Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Apa Arti dari Hari Raya Kuningan? Ini Penjelasan Pemangku Hindu dan Perwakilan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI)

Nibros Hassani • Sabtu, 5 Oktober 2024 | 17:53 WIB
TURUN: Warga Hindu Plajan, Pakis Aji, Jepara, selesai mendengarkan Dharma Wacana pada perayaan Galungan 2023 kemarin (2/8).
TURUN: Warga Hindu Plajan, Pakis Aji, Jepara, selesai mendengarkan Dharma Wacana pada perayaan Galungan 2023 kemarin (2/8).

RADAR KUDUS - Hari Raya Kuningan termasuk hari penting bagi umat Hindu di Indonesia, khususnya di Bali.

Sebagaimana diketahui, Hari Raya Suci Galungan dan Kuningan merupakan hari besar keagamaan umat Hindu yang diperingati dua kali dalam satu tahun Masehi.

Baca Juga: Menengok Peninggalan Candi Kayen di Pati : Bagian Jejak Peradaban Hindu di Pantai Utara Jawa

Hari Raya Kuningan diperingati setiap 210 hari sekali atau enam bulan sekali, dan selalu jatuh pada hari Sabtu Kliwon.

Tahun ini, Hari Raya Kuningan pun diperingati pada bulan Oktober 2024 tanggal 5, hari Sabtu.

Hari Sabtu ini merupakan peringatan Hari Raya Kuningan yang kedua sekaligus rangkaian terakhir dari perayaan Galungan dan Kuningan di tahun 2024.

Baca Juga: Arsitektur Unik Masjid Menara Kudus yang Memadukan Gaya Corak Islam dan Hindu, Jadi Simbol Keberagaman

Apa Arti Hari Raya Kuningan

Hari Raya Kuningan merupakan hari untuk memohon keselamatan dan penyucian diri.

Adi Supaeno, pemangku Hindu di Pura Puser Bumi Kabupaten Jepara mengatakan, Kuningan menjadi penutup dari rangkaian ibadah sebelumnya.

Baca Juga: Rayakan Hari Raya Galungan, Umat Hindu Jepara Sembahkan Beragam Buah-Buahan dan Manisan

Biasanya ibadah ini dilakukan umat Hindu mulai dari pembersihan atau mecaru ke sembahyang Galungan hingga sembahyang Kuningan.

Kata Adi, saat hari raya Kuningan, para leluhur dewa turun ke Bumi.

Sehingga sebagai wujud bhakti umat Hindu kepada leluhur, kuningan diadakan.

Baca Juga: Ritual Ngembak Geni, Umat Hindu di Jepara Kunjungi Kerabat dan Nyekar

Kuningan juga berarti kembalinya leluhur dari Marcapada ke Kahyangan.

“Kuningan menjadi wujud bhakti umat Hindu kepada leluhur untuk ibu pertiwi yang sudah dilakukan saat Galungan, dan kuningan ini maknanya kembalinya leluhur dari Marcapada ke Kahyangan,” kata Adi.

Baca Juga: Duh! Ribuan Situs Hindu-Budha di Grobogan Dibiarkan Berserakan

Sementara itu, Parsini, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Jepara mengatakan, sembahyang galungan ini bermakna kemenangan kebaikan melawan kejahatan.

Selanjutnya, hari raya Kuningan juga menjadi wujud syukur atas karunia alam yang diberikan.

Baca Juga: Jelang Hari Nyepi 1945 Saka, Umat Hindu di Jepara Gelar Upacara Melasti

Baik Galungan dan Kuningan, keduanya dilaksanakan rutin sebagai wujud syukur umat Hindu kepada alam raya.

 

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#hari raya kuningan bali #apa arti galungan kuningan #Weekend 2024 #apa arti perayaan kuningan umat hindu #Sabtu #hari libur kuningan #hari raya kuningan