Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Duh, Yogyakarta Diguncang Gempa Susulan Sebanyak 296 Kali, Potensi Megathrust? Ini Penjelasan BMKG

Zakarias Fariury • Sabtu, 14 September 2024 | 14:26 WIB
Ilustrasi Seismometer Gempa
Ilustrasi Seismometer Gempa

RADAR KUDUS - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa hingga 13 September 2024, telah terjadi sebanyak 296 gempa susulan di Yogyakarta.

Gempa-gempa tersebut terjadi setelah gempa pertama berkekuatan magnitudo 5,8 yang mengguncang wilayah tersebut pada 26 Agustus 2024.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menyatakan bahwa dari jumlah tersebut, 32 gempa terjadi hanya dalam satu hari, yaitu pada Jumat (13/9/2024).

Meski demikian, Daryono menjelaskan bahwa gempa-gempa tersebut memiliki kekuatan di bawah magnitudo 4 dan tidak menimbulkan guncangan yang signifikan di permukaan.

Daryono menyampaikan bahwa meskipun terjadi 32 gempa pada hari ini, patut disyukuri karena kekuatannya di bawah magnitudo 4, sehingga tidak menyebabkan guncangan yang dirasakan oleh masyarakat, Jumat (13/9/2024).

Daryono juga menambahkan bahwa BMKG kini memiliki sistem diseminasi informasi yang semakin canggih.

Hal ini memungkinkan data terkait parameter gempa bumi dapat segera disampaikan kepada masyarakat secara cepat dan akurat.

Daryono menjelaskan bahwa masyarakat tidak perlu merasa cemas, karena gempa susulan merupakan kejadian yang alami, terutama di daerah dengan kondisi batuan yang rentan akibat gempa besar sebelumnya.

Gempa Magnitudo 4,5 di Selatan Gunung Kidul

Sebelumnya, pada Kamis (12/9/2024), gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,5 juga mengguncang wilayah selatan Gunung Kidul, Yogyakarta.

BMKG melaporkan bahwa gempa tersebut terjadi di laut, sekitar 90 kilometer di arah barat daya Gunung Kidul, dengan hiposenter berada di kedalaman 30 kilometer.

Gempa ini dirasakan di beberapa daerah, termasuk Gunungkidul, Bantul, Pacitan, dan Wonogiri, dalam skala II Modified Mercalli Intensity (MMI).

Skala ini menunjukkan bahwa getaran hanya dirasakan oleh sebagian orang dan menyebabkan benda-benda ringan bergoyang.

Meskipun gempa ini dirasakan di beberapa wilayah, tidak ada laporan mengenai kerusakan yang signifikan.

BMKG terus memantau aktivitas seismik di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya, serta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, namun tidak perlu panik.

Dengan meningkatnya teknologi dan sistem peringatan dini yang dimiliki BMKG, masyarakat diharapkan untuk selalu mengikuti informasi resmi dan tidak mudah percaya pada rumor atau informasi yang tidak terverifikasi.

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika #Potensi Megathrust Mentawai #jogja #megathrust #gempa bumi #yogyakarta #bmkg