MEDAN - Penyidik Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan menetapkan satu tersangka kasus dugaan rudapaksa yang menyebabkan tewasnya seorang siswi SMK di Medan.
Sebelumnya, seorang siswi SMK berinisial PJS (15) tewas di kamar kos di Jalan Jamin Ginting, Kota Medan usai mengalami rudapaksa Sabtu (2/12).
Atas kasus tersebut, saat ini polisi telah menetapkan satu tersangka berinisial WAS.
Hal itu diungkapkan Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan, Kompol. Teuku Fathir Mustafa
"Terhadap yang bersangkutan berinisial WAS, statusnya sudah tersangka," ucapnya, Selasa (5/12).
Dalam penyelidikan sementara, Fathir menjelaskan bahwa ada dugaan kekerasan seksual dalam kasus menewaskan gadis berusia 15 tahun itu.
"Kita mendapati adanya kekerasan seksual yang dialami korban sebelum meninggal dunia," tutur Fathir.
Diberitakan sebelumnya, siswi SMK berinisial PJS di Medan ditemukan dalam kondisi mengenaskan diduga menjadi korban pemerkosaan di sebuah kamar Kos-kosan, di Jalan Jamin Ginting, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan.
PJS meninggal di ruang IGD RSUP Adam Malik pada Sabtu (2/12) dini hari.
Ayah korban berinisial US (38) menceritakan apa yang terjadi dialami putrinya tersebut.
US menduga kuat putrinya menjadi korban rudapaksa sejumlah orang.
Hal itu dilihat dari kondisi PJS cukup memprihatinkan dan sulit diajak berkomunikasi.
"Itu kamar kosnya tak ada lampu. Anak saya tidak pakai baju sekolah lagi. Hanya pakai tanktop dan celana training. Tatapan matanya kosong, rambutnya basah, mulut dan hidungnya berbusa," sebutnya.
US juga mengungkapkan kondisi korban yang memprihatinkan.
"Tidak mengenakan celana dalam, ada darah di bagian kemaluannya, beberapa kondom ditemukan di sekitar, dan sejumlah botol minuman," tambahnya.
US menegaskan saat itu langsung mencurigai seorang pelajar pria yang membawa PJS dari sekolah.
Ia langsung mengabarkan kepolisian untuk mengamankan pelajar yang diduga pelaku, berinisial WAS (17).
"Tapi saya duga bukan hanya dia seorang, melainkan ada beberapa orang lain juga. Si WAS ini baru berteman dengan anak saya dua minggu lalu dari media sosial," ungkapnya.
Editor : Dzikrina Abdillah