REMBANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang memperpanjang status siaga kekeringan.
Hal ini dikarenakan kesulitan air sudah mulai dirasakan di tiga desa.
Kepala BPBD Rembang Sri Jarwati menyampaikan, pihaknya telah menetapkan status siaga kekeringan sejak sekitar Juli sampai dengan 5 Agustus.
Saat ini status tersebut diperpanjang sampai dengan 19 Agustus.
"Saat ini kami perpanjang masih siaga darurat sampai dengan nanti 19 Agustus," jelasnya.
Baca Juga: Usai Dicopot Lantaran Dugaan Pungutan, Kepala SMKN 1 Sale Rembang Kini Kembali Bertugas
Baca Juga: Nekat Edarkan Pil Koplo di Rembang, Nelayan Asal Demak Dibekuk Polisi, Begini Pengakuannya!
Ia menjelaskan, status siaga akan dinaikkan menjadi darurat apabila permintaan droping air bersih yang masuk sudah mencapai sepuluh.
Sementara, sampai dengan kemarin baru ada tiga desa yang mengajukan permintaan dropping air bersih.
"Mudah-mudahan tidak sampai darurat kekeringan. Tetapi cukup siaga. Harapan kami tidak sampai 10 desa yang minta bantuan air bersih," jelasnya.
Sampai dengan Senin (14/8), BPBD Rembang sudah menerima tiga laporan permintaan droping air bersih. Yakni di Desa Sanetan, Warugunung, dan Desa Kedung.
Meski sudah ada tiga desa yang mengajukan dropping, pihaknya mengklaim saat ini Rembang masuk dalam kategori aman dari kekeringan jika dibandingkan dengan Kabupaten lain.
"Kalau kabupaten lain mulai bulan Juni. Padahal prediksi BMKG akhir bulan April Rembang memasuki musim kemarau," katanya.
Baca Juga: Sempat Hilang, Nelayan Asal Sarang Rembang Ditemukan Tewas di Pantai Sluke, Begini Kondisinya
Baca Juga: Truk VS Truk di Jalan Pantura Pati-Rembang, Truk Terguling Halangi Jalan, Begini Kronologinya
Pihaknya sudah mengirim pasokan air bersih ke Desa Sanetan baru-baru ini. Jumlahnya dua tangki.
Ke depan BPBD akan menjadwalkan kembali untuk droping sembari memantau kebutuhan di lapangan.
Hari ini, rencananya BPBD akan mengirim bantuan air bersih di Desa Warugunung dan Kedung.
"Di Sanetan itu RW 1, kemudian di Warugunung ada 11 RT yang dilaporkan, kemudian yang di desa kedung ada 292 kepala keluarga, " jelasnya. (vah/ali)
Editor : Abdul Rokhim