Dekan Fakultas Ilmu Budaya Nurhayati sangat mengapresiasi langkah Lestari Moerdijat melalui YDBL ini. Sebab, pengajuan Ratu Kalinyamat sebagai pahlawan nasional akan berdampak positif kepada masyarakat Jepara. Salah satunya yakni untuk memperkuat identitas masyarakat setempat.
”Terima kasih telah mempercayakan kami untuk bekerja sama. Demi masyarakat, kami siap untuk membantu secara akademis agar proposalnya lolos,” kata Nurhayati.
Sebagai bentuk atas kekaguman terhadap Ratu Kalinyamat itu, Nurhayati menyatakan kesediaannya sebagai tuan rumah sekaligus pengkonsep Seminar Nasional Ratu Kalinyamat yang akan di gelar pada November mendatang. Pihaknya akan mengoptimalkan kinerja-kinerja akademis bersama tim bentukannya.
Naskah kerja sama tersebut ditandatangani oleh pembina YDBL Lestari Moerdijat dan Dekan Fakultas Ilmu Budaya Undip pada Jumat (25/10).
Saat ini, YDBL bersama komponen masyarakat lainnya di Kudus, seperti Lesbumi NU, Yayasan Lembayung, Yayasan Sultan Hadlirin sedang menghidupkan kembali rencana menjadikan Ratu Kalinyamat sebagai Pahlawan Nasional. Selain itu, saat ini telah didirikan Pusat Kajian Ratu Kalinyamat di Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara.
Sementara itu, Pembina YDBL sekaligus wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat menyatakan bahwa proses persiapan pengajuan tersebut telah mencapai 75 persen. Yakni dengan diselesaikannya naskah akademik sebagai babon atau patokan dari permohonan tersebut.
''Naskah akademik disusun oleh tim pakar yg diketuai Prof Ratno Lukito, dan dibantu oleh pakar sejarah Undip, pakar politik dan pertahanan UI, ahli ilmu komunikasi UI, aerkolog Pusat Litbang Balai Arkeologi Nasional Kemendikbud,'' ujar Lestari.
Perempuan yang akrab disapa Rerie itu menambahkan, mengajukan nama Ratu Kalinyamat sebagai pahlawan nasional merupakan panggilan sejarah baginya. Yakni untuk menghadirkan marwah dan nilai-nilai luhur para pendahulu bangsa sebagai landasan hidup negara ini.
Salah satu yang mendasari gagasan Rerie adalah Ratu Kalinyamat pada masanya telah menjadi perempuan yang memiliki visi sangat besar. Yakni sebagai pionir Nusantara sebagai poros maritim dunia. Dan berperan sebagai perencana perang yang tangguh saat melawan Portugis di Selat Malaka. (qih/zen) Editor : Ali Mustofa