Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tradisi Makan 12 Anggur di Malam Tahun Baru, Dari Ritual Keberuntungan hingga Percintaan

Redaksi Radar Kudus • Senin, 22 Desember 2025 | 21:45 WIB
Ilustrasi Anggur Hijau
Ilustrasi Anggur Hijau

RADAR KUDUS - Pergantian tahun Masehi selalu dirayakan dengan beragam cara di berbagai belahan dunia.

Selain pesta kembang api dan hitung mundur menuju tengah malam, sejumlah negara memiliki tradisi unik yang sarat makna. Salah satunya adalah kebiasaan makan 12 butir anggur di malam tahun baru yang berasal dari Spanyol.

Tradisi ini diyakini mulai berkembang pada akhir abad ke-19. Kala itu, keluarga borjuis di Madrid meniru kebiasaan masyarakat Prancis dengan merayakan tahun baru sambil menikmati anggur dan sampanye.

Kebiasaan tersebut kemudian direspons secara satir oleh masyarakat kelas pekerja sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pajak wali kota Madrid pada 1882.

Aksi protes dilakukan dengan berkumpul di Puerta del Sol pada malam 31 Desember sambil membawa anggur dan minuman bersoda.

Tanpa disadari, aksi tersebut justru menjadi cikal bakal tradisi yang terus diwariskan. Seiring waktu, kebiasaan makan anggur di malam pergantian tahun semakin populer dan diterima oleh masyarakat luas.

Baca Juga: Akhir Desember 2025 Jadi Titik Balik, Zodiak Ini Bersiap Hidup Lebih Bahagia

Popularitas tradisi ini semakin meningkat pada awal abad ke-20, terutama setelah para petani anggur di beberapa wilayah Spanyol mengalami kelebihan hasil panen.

Untuk mengatasi surplus tersebut, anggur dipromosikan sebagai “anggur keberuntungan” yang dikaitkan dengan perayaan malam San Silvestre atau malam tahun baru. Sejak saat itu, tradisi makan 12 anggur menyebar ke berbagai wilayah, termasuk Amerika Latin.

Pelaksanaannya dilakukan tepat saat pergantian tahun, mengikuti 12 dentang jam yang menandai tengah malam. Setiap dentangan diiringi dengan memakan satu butir anggur.

Dua belas anggur tersebut melambangkan 12 bulan dalam satu tahun, dengan harapan setiap bulan akan membawa keberuntungan, kesehatan, dan kebahagiaan.

Baca Juga: Daftar Lengkap Hari Libur, Tanggal Merah, dan Cuti Bersama di Tahun 2026

Selain sebagai simbol harapan, tradisi ini juga kerap dimanfaatkan sebagai momen refleksi.

Banyak orang menyelipkan doa atau harapan pribadi pada setiap anggur yang dimakan, menjadikannya ritual penuh makna di awal tahun.

Menariknya, tradisi ini memiliki variasi yang kini semakin populer, yakni makan 12 anggur di bawah meja. Praktik ini banyak dilakukan di beberapa negara Amerika Latin, seperti Meksiko.

Kepercayaan yang berkembang menyebutkan bahwa ritual tersebut dapat mendatangkan keberuntungan dalam urusan asmara, termasuk mempermudah seseorang menemukan pasangan hidup.

Ritual ini kerap dipadukan dengan kepercayaan lain, seperti mengenakan pakaian dalam berwarna merah saat malam tahun baru yang diyakini melambangkan cinta dan kemakmuran.

Meski bersifat kepercayaan turun-temurun, tradisi ini semakin dikenal luas setelah viral di media sosial dan banyak dicoba sebagai bentuk perayaan tahun baru yang unik dan penuh harapan. (rani)

Editor : Mahendra Aditya
#anggur #tradisi unik #new year #tahun baru #anggur hijau #tradisi