Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

7 Kebiasaan Sepele yang Diam-Diam Merusak Kesehatan Mental dan Hidupmu

Redaksi Radar Kudus • Selasa, 2 Desember 2025 | 20:52 WIB
Photo
Photo

RADAR KUDUS - Banyak orang berusaha menjalani hidup yang lebih sehat dan seimbang, namun tanpa sadar masih melakukan kebiasaan kecil yang berdampak buruk bagi kesehatan mental maupun fisik.

Rutinitas yang tampak sepele ini bisa melemahkan fokus, memengaruhi kualitas tidur, dan menurunkan produktivitas jika tidak segera diubah.

Para pakar kesehatan mental menyoroti sejumlah kebiasaan yang tergolong toxic dan sebaiknya mulai dikurangi agar kualitas hidup tetap terjaga.

Berikut beberapa contoh yang sering tidak disadari:

1. Menjelajah Media Sosial Sebelum Tidur

Baca Juga: Tren DND 24/7 di Kalangan Gen Z: Cara Baru Menjaga Ketenteraman Mental di Era Notifikasi

Banyak orang menganggap scroll media sosial sebelum tidur sebagai hiburan ringan.

Namun menurut psikiater Dr. Zishan Khan, kebiasaan ini justru membuat otak terus aktif sehingga sulit merasa rileks.

Ia menyarankan untuk berhenti menggunakan ponsel setidaknya 30–60 menit sebelum tidur dan menggantinya dengan aktivitas yang lebih menenangkan seperti membaca atau meditasi.

Membuat kamar bebas gawai juga menjadi solusi tambahan.

2. Kurang Bergerak

Kesibukan sering kali membuat olahraga terabaikan. Padahal pola hidup pasif bisa memicu stres, memperburuk suasana hati, dan memengaruhi kesehatan tubuh.

Khan menegaskan bahwa olahraga tak harus intens—jalan kaki singkat, stretching, atau yoga sederhana sudah cukup memberi manfaat bagi tubuh.

3. Mengabaikan Waktu Istirahat Saat Bekerja

Terlalu fokus bekerja tanpa jeda bukan tanda produktivitas, melainkan kebiasaan yang dapat menguras energi mental.

Terapis Kiana Shelton, LCSW, menekankan pentingnya mengambil waktu istirahat, meski hanya 5 menit.

Minum air, peregangan, atau sekadar berjalan keluar ruangan dapat membantu mengembalikan fokus.

4. Belanja Spontan

Membeli sesuatu secara impulsif mungkin terasa menyenangkan, tetapi dapat berujung pada stres finansial dan penyesalan.

Khan menyarankan metode jeda 24 jam sebelum memutuskan membeli sesuatu yang tidak mendesak.

Menghapus aplikasi belanja atau berhenti mengikuti akun yang memicu FOMO juga bisa membantu.

5. Tidak Membuat Batasan

Selalu berkata "iya" pada banyak permintaan dapat menyebabkan kelelahan dan hubungan yang tidak sehat.

Mulai biasakan menetapkan prioritas, berkomunikasi secara tegas, dan hanya menerima komitmen yang sesuai nilai hidup.

6. Konsumsi Layar Berlebihan dan Doomscrolling

Terlalu lama menatap layar tidak hanya melelahkan mata, tapi juga merampas waktu untuk menjalani hidup saat ini.

Khan merekomendasikan teknik 20-20-20: setiap 20 menit, alihkan pandangan ke objek sejauh 6 meter selama 20 detik.

Baca Juga: Awas! Kenali 7 Penyakit Mental Ini Yang Dirasakan Akibat Kebanyakan Pikiran

7. Mengabaikan Self-Care

Banyak yang menganggap perawatan diri harus mahal atau membutuhkan waktu panjang, padahal hal sederhana pun sudah cukup.

Menulis jurnal, beristirahat sejenak, memasak makanan favorit, atau melakukan aktivitas yang menyenangkan dapat membantu menjaga kesehatan emosional.

Perubahan kebiasaan memang tidak instan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa proses menghentikan pola buruk dapat memakan waktu 30–60 hari.

Namun dengan langkah kecil yang konsisten, kualitas hidup dapat meningkat secara signifikan.(laura)

Editor : Ali Mustofa
#kesehatan mental #Doomscrolling #Kebiasaan Toxic #Self care #produktivitas