Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Olahraga Aman untuk Anak: Hindari Angkat Beban Sebelum Pubertas

Redaksi Radar Kudus • Rabu, 22 Oktober 2025 | 21:13 WIB
Anak - anak berolahraga sepak bola, bulu tangkis, senam, dan boxing
Anak - anak berolahraga sepak bola, bulu tangkis, senam, dan boxing

RADAR KUDUS - Latihan angkat beban bagi anak-anak dianjurkan untuk dilakukan setelah mereka melewati masa pubertas.

Hal ini disampaikan oleh dr. Frida Soesanti, SpA, Subspesialis Endokrinologi Anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Menurut dr. Frida, tubuh anak-anak masih dalam tahap tumbuh kembang, khususnya otot dan tulang.

Karena itu, latihan beban belum dibutuhkan, dan justru bisa berisiko mengganggu perkembangan tulang, khususnya pada bagian lempeng pertumbuhan atau epifisis.

Frida menjelaskan bahwa pada usia anak-anak, otot belum perlu dibentuk karena kadar hormon testosteron, terutama pada anak laki-laki, masih belum optimal.

Ia menambahkan bahwa latihan angkat beban sebaiknya dilakukan setelah masa pubertas berakhir, ketika pertumbuhan tulang sudah berhenti dan hormon tubuh sudah stabil.

Frida yang juga menjabat sebagai Kepala Divisi Endokrinologi Anak di FKUI-RSCM menekankan bahwa risiko cedera pada lempeng pertumbuhan akibat latihan beban terlalu dini bisa berdampak pada tinggi badan anak.

Namun, bukan berarti anak tidak boleh berolahraga. Aktivitas fisik tetap penting untuk merangsang pertumbuhan dan kekuatan tulang.

Jenis olahraga yang dianjurkan untuk anak-anak dan remaja sebelum pubertas adalah yang memberikan tekanan berulang pada otot dan tulang.

Contohnya seperti lari, tenis, atau menari, di mana tubuh secara alami mendapatkan beban dari gerakan yang terus menerus.

Olahraga-olahraga tersebut dapat merangsang tulang untuk menjadi lebih kuat tanpa membahayakan pertumbuhannya.

Menurutnya, pergi ke gym bukanlah hal yang dilarang, namun belum saatnya dilakukan oleh anak-anak.

Ia menyarankan agar anak lebih difokuskan pada aktivitas fisik dengan beban alami yang dilakukan secara berulang, seperti berlari, bermain tenis, atau menari.(laura)

Editor : Ali Mustofa
#Ikatan Dokter Anak Indonesia #Masa Petumbuhan Otot pada Anak #Pertumbuhan Tulang Pada Anak #Olahraga Anak #Pubertas