Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Antara Pulang dan Bertahan: Cerita Homesickness di Tanah Perantauan

Redaksi Radar Kudus • Jumat, 3 Oktober 2025 | 21:41 WIB
ilustrasi pria stress dengan pekerjaan (foto: Pixabay)
ilustrasi pria stress dengan pekerjaan (foto: Pixabay)

RADAR KUDUS - Setiap akhir pekan, kita sering melihat kereta, bus, atau jalan raya dipenuhi para perantau yang kembali ke kampung halaman meski hanya sebentar.

Fenomena ini bukan hal baru—kerinduan pada rumah, keluarga, dan suasana lama dikenal dengan istilah homesickness.

Apa Itu Homesickness?

Homesickness adalah kondisi psikologis ketika seseorang merindukan kenyamanan dan keakraban rumah.

Rasa ini biasanya muncul saat berada di tempat asing, entah itu kos mahasiswa, asrama pekerja, atau hunian sementara di kota besar.

Penyebab Homesickness

Beberapa faktor yang kerap menimbulkan homesickness antara lain:

 

Mengapa Homesickness Sering Dirasakan?

Perasaan ini erat kaitannya dengan ikatan emosional terhadap rumah dan orang-orang terdekat.

Rumah bukan sekadar bangunan, melainkan simbol kehangatan, identitas, dan keamanan psikologis.

Tak heran banyak orang rela menempuh perjalanan jauh demi pulang sebentar, meski hanya untuk menyantap masakan ibu, bercengkerama dengan keluarga, atau merasakan suasana rumah.

Cara Mengatasi Homesickness

Psikolog menekankan bahwa homesickness wajar dialami siapa pun, baik pelajar, mahasiswa, maupun pekerja. Beberapa cara yang bisa membantu antara lain:

  1. Ingat tujuan merantau — misalnya mengejar pendidikan, karier, atau mimpi yang lebih besar.

  2. Sadari sifatnya sementara — rasa sepi dan rindu akan berkurang seiring waktu.

  3. Bawa nuansa rumah ke tempat baru — bisa dengan benda kenangan, rutinitas lama, atau menciptakan “ritual” sederhana seperti memasak masakan favorit.

  4. Bangun jaringan sosial — berteman dan berinteraksi dengan orang sekitar akan mempercepat adaptasi.

Homesickness bukanlah kelemahan, melainkan bagian alami dari perjalanan hidup di tanah rantau.

Rindu rumah justru bisa menjadi pengingat bahwa kita memiliki tempat dan orang-orang yang berarti.

Pada akhirnya, pulang bukan sekadar melepas rindu, tetapi juga mengisi ulang energi untuk melanjutkan perjuangan di perantauan.

 

Editor : Ali Mustofa
#mahasiswa #pulang kampung #homesickness #pekerja #homesick #perantau