Tak Sekadar Minuman Kekinian, Ini 5 Manfaat Matcha bagi Kesehatan

Salma Fitriani • Dipublikasikan Senin, 2 November 2026 | 11:39 WIB
Segelas matcha latte dingin yang menghasilkan cita rasa khas
Segelas matcha latte dingin yang menghasilkan cita rasa khas.

KUDUS – Matcha menjadi salah satu minuman yang semakin dikenal masyarakat karena cita rasanya yang khas dan warna hijaunya yang menarik.

Tidak hanya populer sebagai bahan minuman kekinian, bubuk teh hijau asal Jepang ini juga mengandung sejumlah senyawa yang berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh.

Matcha merupakan bubuk teh hijau yang berasal dari tanaman Camellia sinensis.

Proses pembuatannya dilakukan dengan menanam tanaman teh di bawah naungan untuk mengurangi paparan sinar matahari sebelum dipanen.

Daun teh kemudian dikukus, dikeringkan, dan digiling hingga menjadi bubuk halus.

Berbeda dengan teh hijau biasa yang diseduh menggunakan daun teh kemudian ampasnya dibuang, matcha dikonsumsi bersama bubuk daun yang telah dihaluskan.

Cara tersebut membuat konsumen turut mengonsumsi keseluruhan bagian daun teh.

Matcha mengandung berbagai senyawa bioaktif, seperti katekin, polifenol, kafein, dan L-theanine.

Kandungan tersebut menjadi alasan matcha banyak diteliti karena memiliki potensi mendukung kesehatan tubuh.

Berikut lima manfaat matcha bagi kesehatan yang perlu diketahui.

Baca Juga: Matcha dan Green Tea Tidak Sepenuhnya Sama, Inilah Perbedaannya

1. Membantu Melindungi Sel Tubuh dari Radikal Bebas

Salah satu kandungan utama matcha adalah antioksidan berupa katekin, khususnya epigallocatechin gallate (EGCG).

Senyawa ini berperan membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

Radikal bebas merupakan molekul tidak stabil yang dapat terbentuk akibat proses metabolisme maupun paparan lingkungan, seperti polusi dan asap rokok.

Apabila jumlahnya berlebihan, radikal bebas dapat memicu stres oksidatif yang berpotensi merusak sel tubuh.

Kandungan polifenol dalam matcha juga memiliki aktivitas antioksidan yang dapat membantu menjaga keseimbangan tubuh. 

Meski demikian, konsumsi matcha tetap perlu diimbangi dengan asupan buah dan sayuran sebagai sumber antioksidan lainnya.

2. Mendukung Konsentrasi dan Kewaspadaan

Matcha mengandung kafein dan asam amino L-theanine yang dapat berperan dalam mendukung fungsi kognitif.

Kafein dikenal dapat meningkatkan kewaspadaan, sedangkan L-theanine dikaitkan dengan efek relaksasi.

Kombinasi kedua senyawa tersebut menjadi salah satu alasan matcha sering dipilih sebagai minuman saat bekerja maupun belajar.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nutrition Reviews pada 2025 juga menemukan bahwa kombinasi L-theanine dan kafein berpotensi memberikan pengaruh positif terhadap beberapa aspek perhatian dan suasana hati.

Namun, efek tersebut masih memerlukan penelitian lebih lanjut, terutama untuk memastikan manfaat konsumsi matcha dalam jangka panjang.

3. Berpotensi Mendukung Kesehatan Jantung

Kandungan katekin dalam matcha juga dikaitkan dengan kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Sejumlah penelitian mengenai teh hijau menunjukkan bahwa katekin berpotensi membantu menjaga tekanan darah serta kadar kolesterol LDL atau kolesterol jahat.

Kolesterol LDL yang tinggi dapat meningkatkan risiko penumpukan plak pada pembuluh darah.

Karena itu, menjaga kadar kolesterol menjadi salah satu langkah penting dalam memelihara kesehatan jantung.

Meski memiliki potensi tersebut, bukti ilmiah mengenai pengaruh konsumsi matcha secara langsung terhadap kesehatan jantung manusia masih terbatas.

Konsumsi matcha juga tidak dapat menggantikan pengobatan maupun anjuran medis bagi penderita penyakit jantung.

4. Berpotensi Membantu Menjaga Keseimbangan Gula Darah

Baca Juga: Kenapa Banyak Cowok Kurang Suka Matcha? Benarkah Rasanya Seperti Rumput?

Senyawa polifenol dan katekin dalam matcha juga menarik perhatian peneliti karena potensinya dalam mendukung metabolisme glukosa.

Beberapa penelitian mengenai teh hijau menunjukkan adanya kemungkinan pengaruh katekin terhadap sensitivitas insulin dan pengaturan kadar gula darah.

Sensitivitas insulin yang baik membantu tubuh menggunakan glukosa secara lebih efektif.

Namun, penelitian yang secara khusus membuktikan manfaat matcha terhadap pengendalian gula darah pada manusia masih terbatas.

Oleh karena itu, matcha tidak dapat dijadikan pengganti obat maupun terapi bagi penderita diabetes.

5. Memiliki Potensi Membantu Mengurangi Peradangan

Selain berperan sebagai antioksidan, kandungan polifenol dalam matcha juga memiliki aktivitas antiinflamasi atau berpotensi membantu mengurangi peradangan.

Peradangan merupakan respons alami sistem kekebalan tubuh ketika menghadapi infeksi atau cedera.

Namun, peradangan yang berlangsung dalam jangka panjang dapat berkaitan dengan berbagai gangguan kesehatan.

Katekin, terutama EGCG, diketahui memiliki aktivitas biologis yang berhubungan dengan pengaturan proses peradangan.

Meski demikian, sebagian bukti mengenai efek tersebut masih berasal dari penelitian laboratorium dan hewan sehingga belum dapat disimpulkan sebagai manfaat klinis langsung pada manusia.

Perhatikan Cara Konsumsi Matcha

Untuk memperoleh manfaatnya, matcha dapat disajikan dengan mencampurkan bubuk teh hijau ke dalam air hangat.

Minuman ini juga dapat diolah menjadi matcha latte dengan tambahan susu.

Pemilihan matcha murni tanpa tambahan gula menjadi salah satu cara untuk mengurangi asupan gula tambahan.

Konsumen juga perlu memperhatikan komposisi produk karena tidak semua minuman matcha yang dijual di pasaran menggunakan bubuk teh hijau murni.

Meski memiliki sejumlah potensi manfaat, konsumsi matcha tetap perlu diperhatikan karena mengandung kafein.

Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan sulit tidur, gelisah, hingga jantung berdebar, terutama bagi orang yang sensitif terhadap kafein.

Pada dasarnya, matcha dapat menjadi salah satu pilihan minuman untuk melengkapi pola hidup sehat.

Namun, manfaatnya tidak diperoleh secara instan dan tetap perlu didukung dengan pola makan bergizi seimbang, aktivitas fisik teratur, serta istirahat yang cukup.

Editor : Mahendra Aditya
minuman sehat kuliner matcha minuman