
JEPARA — League Cup menjadi kesempatan bagi Persijap Jepara untuk membenahi sejumlah aspek permainan, terutama mentalitas pemain.
Pelatih Kepala Persijap Jepara Juan Cortes menilai, kompetisi tersebut memiliki karakter berbeda dibandingkan Super League.
Karena itu, Laskar Kalinyamat tidak hanya dituntut memperbaiki strategi, tetapi juga membangun kekuatan mental para pemain. Utamanya pemain-pemain muda.
Evaluasi itu mengemuka setelah Persijap menelan kekalahan 0-2 dari Persela Lamongan, dalam pertandingan perdana Grup I League Cup 2026/2027 di Stadion Surajaya, Selasa (3/11) malam.
Dua gol tuan rumah dicetak Kushedya Hari Yudo membuat Persijap kelabakan.
Juan Cortes mengakui, tim pelatih sudah memahami aspek yang perlu dibenahi dari penampilan anak asuhnya.
Menurutnya, League Cup merupakan momentum untuk meningkatkan kemampuan individu maupun kolektivitas tim.
Evaluasi dilakukan setiap hari, dengan menganalisis performa pemain dan perkembangan permainan tim.
Ia menegaskan, persoalan yang perlu mendapat perhatian bukan semata-mata strategi permainan.
Kekuatan mental menjadi salah satu pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi.



