Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Wujud Kepedulian Sosial bagi Masyarakat, Optik Gajah Mada Kudus Ikut Program Donasi JKN

Ali Mustofa • Jumat, 29 Mei 2026 | 10:45 WIB
Progran Donasi JKN BPJS Kesehatan mendapat dukungan dari Optik Gajah Mada Kudus
Progran Donasi JKN BPJS Kesehatan mendapat dukungan dari Optik Gajah Mada Kudus

KUDUS – Program Donasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk badan usaha di wilayah Kabupaten Kudus. 

Salah satunya datang dari Optik Gajah Mada Kudus yang turut berpartisipasi sebagai donatur dalam Program Donasi JKN BPJS Kesehatan guna membantu masyarakat tetap mendapatkan perlindungan jaminan kesehatan.

Menariknya, bantuan tersebut diberikan kepada beberapa kepala keluarga (KK) yang merupakan tetangga di lingkungan desa sekitar tempat tinggal pemilik Optik Gajah Mada.

Pemilik Optik Gajah Mada, Mochamad Bunyamin, mengatakan bahwa keterlibatannya dalam Program Donasi JKN bermula dari keinginan untuk menghadirkan manfaat sosial melalui usaha yang dijalankan.

Menurutnya, dunia usaha tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial terhadap masyarakat sekitar.

“Saya mengetahui Program Donasi JKN dari sosialisasi yang diadakan BPJS Kesehatan. Saya tertarik ikut program ini karena selain menjalankan usaha, kami juga ingin ada sisi sosialnya, jadi tidak melulu soal bisnis saja,” ujar Bunyamin.

Optik Gajah Mada sendiri telah berdiri sejak tahun 1983 dan menjadi salah satu optik yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan sejak era PT Askes sebelum bertransformasi menjadi BPJS Kesehatan.

Selama puluhan tahun, Optik Gajah Mada melayani Peserta JKN yang membutuhkan alat bantu kacamata sesuai indikasi medis dan prosedur yang berlaku.

Bunyamin menjelaskan, peserta JKN dapat memperoleh pelayanan kacamata dengan terlebih dahulu memeriksakan diri di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), seperti Puskesmas, Klinik, maupun Dokter Praktik Perorangan.

Setelah itu peserta akan dirujuk ke Dokter Spesialis Mata di rumah sakit. 

Jika dokter memberikan resep kacamata, peserta dapat melakukan klaim di optik yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, salah satunya di Optik Gajah Mada.

“Karena kami sudah lama bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, kami juga melihat langsung bagaimana Program JKN membantu masyarakat. Jadi ketika ada Program Donasi JKN ini, kami merasa ingin ikut ambil bagian. Kebetulan yang kami bantu juga tetangga sendiri di desa, dan berharap bantuan ini bisa meringankan,” katanya.

Selain aktif mendukung Program JKN, Optik Gajah Mada juga telah mendaftarkan seluruh karyawannya sebagai peserta JKN segmen Pekerja Penerima Upah (PPU).

Saat ini terdapat sekitar tujuh hingga delapan karyawan yang seluruhnya telah mendapatkan jaminan kesehatan melalui perusahaan.

Menurut Bunyamin, kepesertaan JKN sangat penting karena menjadi bagian dari kesejahteraan masyarakat di bidang kesehatan.

Ia menilai prinsip gotong royong dalam Program JKN mampu menghadirkan rasa saling membantu antar peserta tanpa memandang latar belakang ekonomi maupun lamanya kepesertaan.

“Program JKN itu prinsipnya gotong royong. Misalnya, baru membayar iuran beberapa bulan, peserta tetap bisa mendapatkan manfaat yang sama dengan peserta lain yang sudah lebih lama terdaftar. Jadi semangat saling membantu itu sangat terasa,” ungkapnya.

Ia berharap bantuan donasi yang diberikan dapat membantu masyarakat kembali memperoleh akses layanan kesehatan dengan baik.

Bunyamin juga mengajak badan usaha lain untuk ikut berpartisipasi dalam Program Donasi JKN karena menurutnya program tersebut memberikan dampak nyata bagi masyarakat yang membutuhkan perlindungan kesehatan.

“Kita butuh saling sharing dan saling menunjang. Harapannya masyarakat yang kami bantu bisa kembali mendapatkan akses layanan kesehatan. Program seperti ini menurut saya perlu diketahui lebih luas oleh badan usaha lain supaya semakin banyak masyarakat yang terbantu,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kudus, Heni Riswanti menyampaikan bahwa Program Donasi JKN merupakan bentuk kolaborasi dan gotong royong dalam mendukung keberlangsungan Program JKN.

Melalui program ini, masyarakat, badan usaha, maupun lembaga dapat menjadi donatur untuk membantu pembayaran iuran peserta JKN yang membutuhkan bantuan.

“BPJS Kesehatan berharap semakin banyak pihak yang terlibat dalam Program Donasi JKN sehingga perlindungan jaminan kesehatan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Selain membantu menjaga keberlangsungan Program JKN, program ini juga menjadi wujud nyata kepedulian sosial organisasi atau badan usaha dalam memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap pelayanan kesehatan”, ungkap Heni.

Melalui sinergi dan kepedulian bersama, Program Donasi JKN dapat terus tumbuh dan membantu masyarakat memperoleh perlindungan jaminan kesehatan secara berkelanjutan.

Dengan dukungan berbagai pihak, Program JKN diharapkan mampu memberikan rasa aman dan akses layanan kesehatan yang merata. (*)

Editor : Ali Mustofa
#Program Donasi JKN #Optik Gajah Mada #masyarakat #jaminan kesehatan #bpjs kesehatan