Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Warga Kesambi Kudus Tinggalkan Kebiasaan Lama, Sanitasi Kini Lebih Sehat

Andika Trisna Saputra • Senin, 2 Februari 2026 | 12:46 WIB
PROSES: Tukang bangunan sedang mengerjakan pembuatan septic tank terkait Program Sanitasi Terpadu PT Djarum, belum lama ini. (PT DJARUM UNTUK RADAR KUDUS)
PROSES: Tukang bangunan sedang mengerjakan pembuatan septic tank terkait Program Sanitasi Terpadu PT Djarum, belum lama ini. (PT DJARUM UNTUK RADAR KUDUS)

KUDUS — Kondisi sanitasi Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, sempat berada pada titik yang memprihatinkan.

Kepala Desa Kesambi, Mokhamad Masri, mengenang kebiasaan warga puluhan tahun silam yang membuang kotoran langsung ke sungai, atau dikenal dengan istilah jumbleng.

Seiring waktu, sebagian warga memang telah memiliki toilet di rumah.

Namun pembuangan limbah tetap bermuara ke sungai.

Akibatnya, bau menyengat kerap tercium dan pencemaran lingkungan tak terhindarkan.

Kondisi tersebut turut mengancam kualitas air sumur warga, mengingat sumber air bersih berasal dari aliran sungai di sekitar permukiman.

Pemerintah desa sebenarnya telah berupaya mengusulkan program jambanisasi kepada pemerintah kabupaten.

Namun keterbatasan anggaran membuat program tersebut belum dapat terealisasi.

Titik terang baru muncul ketika pihak swasta, PT Djarum, memberikan bantuan Program Sanitasi Terpadu kepada warga Desa Kesambi.

“Alhamdulillah, pada tahun 2024 ada bantuan untuk 89 rumah, lalu tahun 2025 sekitar 300-an rumah. Tahun 2026 ini program masih berjalan,” ujar Mokhamad Masri.

Program tersebut membawa perubahan signifikan.

Selain mengurangi pencemaran sungai, bantuan sanitasi juga mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Dampaknya dirasakan langsung pada kesehatan warga, mulai dari menurunnya kasus diare, penyakit kulit, hingga upaya pencegahan stunting.

Upaya perbaikan lingkungan sebenarnya telah dimulai sejak 2023.

Pemerintah desa membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang mengelola layanan pengangkutan sampah.

Kini, sekitar 85 persen warga telah bergabung dalam program tersebut.

Padahal sebelumnya, kebiasaan membuang sampah ke sungai masih lazim terjadi, termasuk karena kiriman sampah dari wilayah hulu.

“Warga sempat jenuh karena sungai selalu kotor. Tapi kami terus memberi contoh dan mengajak agar tidak membuang sampah ke kali. Alhamdulillah sejak 2023 sudah jauh lebih tertib,” katanya.

Setelah persoalan sampah mulai teratasi, pemerintah desa fokus pada masalah sanitasi.

Bantuan yang diberikan tidak bersifat seragam, melainkan disesuaikan dengan kebutuhan warga, mulai dari jenis kloset duduk atau jongkok hingga fasilitas bagi penyandang disabilitas.

Seluruh septic tank yang dibangun bersifat kedap, berstandar SNI, dan tidak mencemari tanah.

Desa Kesambi kini bahkan ditunjuk sebagai desa percontohan sanitasi oleh PT Djarum.

Harapannya, kolaborasi antara pemerintah desa, warga, dan pihak swasta dapat menciptakan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.

Program Fasilitator Sanitasi Terpadu Djarum, Catur Setyanto, menjelaskan bahwa peran perusahaan adalah menyediakan sarana, sementara perawatan menjadi tanggung jawab masing-masing warga.

“Kami pastikan bantuan sesuai kebutuhan rumah dan kondisi lahannya,” ujarnya.

Pada tahun 2026, program sanitasi terpadu di Desa Kesambi ditargetkan menjangkau sekitar 1.300 rumah, meski masih harus melalui proses verifikasi.

Prioritas diberikan kepada keluarga kurang mampu dengan menyesuaikan kondisi lahan dan kebutuhan masing-masing penerima.

Selain Desa Kesambi, program sanitasi PT Djarum telah menyasar lima desa lain, yakni Gribig, Klumpit, Klaling, Tanjungrejo, dan Mejobo.

Pada tahun 2026 mendatang, direncanakan ada penambahan tiga desa sasaran baru.

Kriteria yang menjadi sasaran seperti wilayah kumuh, kualitas sumber air buruk, atau memiliki angka stunting tinggi. (dik)

Editor : Ali Mustofa
#kesambi #sanitasi #pt djarum #air bersih #Djarum Fondation