KUDUS – Dugaan keracunan massal menimpa ratusan siswa SMAN 2 Kudus usai mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (29/1), dengan keluhan yang dirasakan siswa bervariasi, mulai dari lemas, mual, pusing, diare, hingga sesak napas.
Bahkan, dilaporkan satu hingga dua siswa sempat pingsan.
Pantauan lokasi, sekitar pukul 10.00 WIB, puluhan mobil ambulans keluar-masuk SMAN 2 Kudus untuk membawa siswa ke Rumah Sakit.
Para siswa lain juga berkerumun di area Ruang UKS.
Suasana berlangsung panik dengan suara sirine ambulans dan kerumunan yang banyak.
Para siswa yang sudah lemas digotong, dan ditandu untuk dibawa ke mobil ambulans.
Bahkan, ada beberapa ambulans yang baru datang mengalami ban selip, di area lapangan SMAN 2 Kudus.
Kemudian siswa dan orang-orang yang berada di lokasi bergotong-royong mendorong ambulans tersebut.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 2 Kudus, Dwiyana, menyebut total sekitar 600 siswa mengalami gejala kesehatan, dengan 112 siswa di antaranya harus dilarikan ke rumah sakit hingga Kamis (29/1).
Baca Juga: Menu Soto Ayam MBG Jadi Sorotan Usai Ratusan Siswa SMAN 2 Kudus Sakit
“Total keseluruhan yang merasa sakit atau mengalami gejala itu sekitar 600 siswa. Sampai saat ini, yang dibawa ke rumah sakit sebanyak 112 siswa,” kata Dwiyana saat dikonfirmasi.
Dwiyana menjelaskan, keluhan kesehatan baru muncul beberapa jam setelah siswa menyantap menu MBG pada Rabu (28/1) siang.
Saat makanan dikonsumsi, tidak ada laporan gangguan kesehatan.
“Kemarin makan MBG dengan menu soto. Setelah makan belum ada masalah. Keluhan baru muncul pada malam harinya,” jelasnya.
Baca Juga: Puluhan Siswa SMAN 2 Kudus Diduga Keracunan MBG
Gejala yang dilaporkan beragam, mulai dari mual, pusing, lemas, hingga diare.
Bahkan, beberapa siswa dilaporkan sempat pingsan dan membutuhkan penanganan medis lebih lanjut.
“Ada laporan anak-anak diare, mual, pusing, dan lemas. Ada juga yang masuk rumah sakit,” imbuhnya.
Pada Kamis pagi, pihak sekolah mulai menerima laporan yang lebih masif dari siswa dan guru.
Sejumlah tenaga pendidik juga mengalami diare, meski tidak sampai dirawat di rumah sakit.
“Tadi pagi antar guru juga saling berbincang, ternyata ada guru yang mengalami diare. Tapi tidak ada guru yang dirawat,” ujarnya.
Pihak sekolah kemudian melakukan pendataan di setiap kelas.
Jumlah siswa yang mengalami gejala bervariasi.
“Ada kelas yang 35 siswa, ada 17 siswa, ada 20 siswa. Datanya berbeda-beda tiap kelas,” kata Dwiyana.
Baca Juga: 112 Siswa SMAN 2 Kudus Dirawat, Dugaan Keracunan MBG Jadi Perhatian Pemkab
Karena jumlah siswa yang terdampak cukup banyak, pihak sekolah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus dan sejumlah puskesmas.
Puluhan ambulans pun dikerahkan ke sekolah untuk mengevakuasi siswa ke berbagai rumah sakit di wilayah Kudus.
Dwiyana juga memaparkan data distribusi MBG di SMAN 2 Kudus.
Total MBG yang dibagikan mencapai 1.178 porsi untuk siswa dan 98 porsi untuk guru serta tenaga kependidikan, dengan menu yang sama.
Baca Juga: Keracunan Massal di SMAN 2 Kudus Diduga dari MBG, Bupati Sam’ani Intakoris Ambil Langkah Cepat
“Yang kemarin tidak makan MBG, tidak terdampak,” tegasnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Mustiko, menyampaikan pada Kamis (29/1) pagi sebagian siswa mulai merasakan berbagai keluhan kesehatan.
“Gejalanya pusing, muntah, diare, ada juga yang sesak napas. Bahkan ada satu sampai dua siswa yang sempat pingsan,” jelasnya.
Mustiko menambahkan, penanganan medis sudah dilakukan terhadap siswa yang dirujuk ke Rumah Sakit.
Dan di sekolah, bagi yang merasa sakit juga sudah dilakukan penanganan di ruang UKS.
"Alhamdulillah semua siswa sudah dalam penanganan medis, semoga lekas sembuh dan baik-baik saja," ujarnya.
Salah satu siswa kelas X, Galang Arkana Farizki, mengaku merasakan sakit perut dan pusing sejak pagi hari.
“Perut saya sakit mulai tadi pagi. Saya pusing. Gejalanya bukan dari MBG hari ini. Kemarin juga tidak terasa apa-apa, normal,” ujarnya.
Sementara itu, Dewi Aryani, siswi kelas XII SMAN 2 Kudus, mengatakan sempat merasakan sakit perut setelah menyantap menu MBG pada hari sebelumnya.
“Kemarin saya makan sempat sakit perut, tapi sekarang alhamdulillah sudah reda. Namun masih lemas dan pusing. Kemarin menunya soto. Malamnya baru terasa diare. MBG hari ini belum datang,” katanya.
Keluhan serupa juga disampaikan Travelina Trianova, siswi kelas XII.
Ia mengaku mulai merasakan nyeri perut dan keinginan buang air besar sejak malam hari.
“Semalam sampai BAB tiga kali. Saya kira diare biasa. Ternyata ada guru yang mendata siapa saja yang hari ini diare. Kemarin menunya soto, ada cambah dan sambalnya. Ayamnya seperti agak bau. Kalau menu MBG hari ini belum tahu,” tuturnya. (dik)
Editor : Ali Mustofa