Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Hujan Deras Jembatan Tersumbat, Ngembalrejo Kudus Kembali Banjir

Andika Trisna Saputra • Sabtu, 10 Januari 2026 | 09:15 WIB
BERSIHKAN: Alat berat sedang dioperasikan untuk membersihkan batang bambu yang menyumbat, Jumat (9/1) malam. (HAMMAD MAGANG RADAR KUDUS)
BERSIHKAN: Alat berat sedang dioperasikan untuk membersihkan batang bambu yang menyumbat, Jumat (9/1) malam. (HAMMAD MAGANG RADAR KUDUS)

BAE - Curah hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten Kudus sejak sore kembali memicu banjir di sejumlah wilayah.

Desa Ngembalrejo menjadi salah satu kawasan yang rutin terdampak, terutama akibat limpasan air sungai dari wilayah hulu saat hujan deras berlangsung.

Pada Jumat (9/1) malam, aliran sungai di Jembatan Ngembalrejo tersendat setelah dipenuhi material bambu tumbang dan ranting pohon.

Tumpukan tersebut menahan laju air hingga akhirnya meluap ke permukiman warga serta badan jalan di sekitar jembatan sekitar pukul 22.00 WIB.

Luapan air sempat menyebabkan genangan di ruas jalan dan perkampungan.

Kondisi tersebut mengganggu aktivitas masyarakat.

Air sungai yang tidak tertampung di bawah jembatan naik melewati tanggul, dipicu oleh material alami yang tersangkut dan terus bertambah terbawa arus dari hulu.

Menanggapi kondisi tersebut, petugas gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus bersama Polres Kudus, relawan, dan warga sekitar segera melakukan penanganan darurat.

Personel dan alat berat dikerahkan untuk membuka sumbatan agar aliran sungai kembali lancar.

Satu unit ekskavator serta satu truk pengangkut sampah disiagakan di sisi Jembatan Ngembalrejo guna mengangkat tumpukan bambu dan ranting.

Berdasarkan laporan di lapangan, material bambu dari wilayah atas menjadi faktor utama terhambatnya aliran air hingga memicu luapan.

Sementara proses pembersihan berlangsung, aparat kepolisian melakukan pengaturan lalu lintas.

Arus kendaraan sempat melambat akibat genangan dan aktivitas alat berat, namun tetap dapat dilalui dengan pengamanan petugas.

Di sisi lain, tim BPBD terus memaksimalkan pembersihan sungai untuk mempercepat surutnya air serta mengurangi potensi banjir susulan, terutama jika hujan kembali turun di kawasan hulu.

Salah seorang warga Ngembalrejo, Yanuar, mengungkapkan bahwa banjir di wilayah tersebut bukan kejadian baru.

Menurutnya, area sekitar Jembatan Desa Ngembalrejo memang kerap menjadi titik penumpukan bambu dan ranting setiap musim hujan.

“Kalau hujan deras, biasanya banjir lewat saja, tidak lama menggenang. Kalau sumbatan bambu sudah dibersihkan, airnya cepat turun lagi,” ujar Yanuar. (dik)

Editor : Ali Mustofa
#curah hujan tinggi #banjir #jembatan tersumbat #sampah bambu #Kudus