Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Bentuk FED, Industri Jateng Menuju Penggunaan Energi Baru Terbarukan

Galih Erlambang Wiradinata • Jumat, 5 Desember 2025 | 13:22 WIB

ENERGI BERSIH: Kepala Dinas ESDM Jateng Agus Sugiharto (kiri) didampingi perwakilan PT Djarum Purnomo Nugroho. 
ENERGI BERSIH: Kepala Dinas ESDM Jateng Agus Sugiharto (kiri) didampingi perwakilan PT Djarum Purnomo Nugroho. 

KUDUS - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jateng meresmikan Forum Energi Daerah (FED) di Djarum Oasis, Kudus, Kamis (4/12). 

Forum ini dibentuk sebagai kepastian transisi energi secara struktur, kolaboratif, dan keberlanjutan. 

Pemprov Jateng sebelumnya telah membentuk FED melalui keputusan Gubernur Jateng Nomor 100.3.3.1/398 tahun 2025 pada 16 Oktober lalu.

Baca Juga: Jembatan Kesambi Kudus Ambles, Tak Kuat Menahan Beban Arus dan Dipenuhi Sampah

FED dibentuk sebagai wadah koordinasi lintas sektor untuk mempercepat transformasi energi. 

Kepala ESDM Jateng, Agus Sugiharto menyampaikan, forum ini dibentuk untuk membentuk transformasi energi baru terbarukan di Jawa Tengah lebih cepat terbentuk.

Serta pengembangan menjadi energi hijau untuk mengurangi energi fosil yang kian langka. 

”Stakeholder yang terlibat dalam pengembangan energi baru terbarukan dan mendukung transisi energi untuk terwujudnya energi hijau di Jateng,” katanya. 

Menurut Agus, FED begitu penting peranannya sebagai bentuk memberikan kebijakan yang akan diterbitkan oleh Pemrv Jateng.

Terutama rencana penerbitan aturan umum energi daerah yang akan terbentuk 2027. 

Di tahun 2026 mendatang, setiap daerah akan memberikan arah kebijakan energi daerah ke depan.

Baca Juga: Relokasi Tetap Jalan, Pedagang Sayur Pasar Bitingan Kudus Harus Pindah ke Pasar Saerah

Dengan melihat potensi-potensi energi bar terbarukan di Jateng sekaligus bisa dikembangkan di tingkat desa, pelaku usaha, hingga industri. 

”Jadi ini harus didorong tidak hanya didorong kalangan pelaku usaha besar. Tetapi di desa punya ketahanan energi baru terbarukan, mulai dari biogas, PLTA, energi itu nantinya untuk memenuhi kebutuhan sendiri,” katanya. 

Penggunaan energi baru terbarukan,kata Agus adalah upaya untuk menarik investor asing datang ke Jateng.

Para investor asing memberikan persyaratan penggunaan listrik yang ramah lingkungan. 

”Di Jateng masih ada pembangkit listrik dari batu bara, namun berjalannya waktu akan coba dikurangi untuk menuju energi yang ramah,” jelasnya. 

Baca Juga: Berawal Dari Racikan Bibit Mangga Berkualitas, Ekologi dan Ekonomi Petani di Patiayam Kudus Tumbuh

Sementara itu, pihaknya juga memberikan apresiasi kepada PT Djarum yang telah memberikan upaya menuju industri yang ramah lingkungan.

82 hektare luas Djarum Oasis, 50 persennya difungsikan untuk penghijauan dan pengolahan sampah organik menjadi pupuk. 

Agus berharap, industri di Jawa Tengah bisa mengambil peran dan terinspirasi kepada Djarum. Perusahaan masih peduli dengan konservasi lingkungan. 

Sementara itu, Senior Manajer Public Affairs PT Djarum, Purnomo Nugroho menyatakan, energi baru terbarukan telah berjalan diterapakan dan disepakati oleh manajemen.

Hal yang telah diterapkan berupa hasil perimbasan pohon yang digunakan untuk pembangkit energi. 

Purnomo menambahkan di perusaah telah menerapkan pembangkit listrik dengan panel surya. Kapasitas listris dari panel surya ini terpenuhi hingga 20 persen. 

”Kami mengusulkan kepada pemerintah bisa memfasilitasi penggunaan listrik tenaga surya lebih dari 20 persen,” ungkapnya. 

Terkait FED ini, Purnomo menyambut baik. Lewat forum tersebut pelaku industri bisa saling tukar pengalaman dan pengetahuaan.

Baca Juga: Ketua DPRD Tanggapi Relokasi Pedagang Sayur Pasar Bitingan Kudus, Begini Komentarnya

Serta penguatan program dengan berkolaborasi bersama pemerintah lewat FED. 

Sementara itu, Sstainable Energy Access Program Manajer IESR, Marlistya Citraningrum mengatakan telah melakukan analisis untuk upaya mewujudkan energi baru terbarukan.

Dia mencontohkan, ada bank daerah yang bisa mengeluarkan kredit rakyat untuk pembentukkan panel surya. 

”Satu tahun ke depan akan membuat perencanaan program kerja yang terstruktur untuk membantu Pemrov Jateng,” ungkapnya. (gal) 

Editor : Ali Mustofa