KUDUS – Dalam momentum peringatan Hari Santri dan Sumpah Pemuda, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Muria Raya menggelar kegiatan bertema “Santri Peduli Lingkungan” dengan aksi bersih sungai dan tabur benih ikan endemik di Sungai Siwayut, Desa Kedungsari, Kecamatan Gebog, Minggu (2/11).
Sebanyak 50 ribu ekor benih ikan endemik seperti nilem, tawes, grass carp, dan karper ditebar di 16 titik perairan Sungai Siwayut.
Kegiatan ini menggandeng UPZIS NU Kedungsari, pemuda, elemen masyarakat, serta 500 siswa madrasah dari tingkat MI hingga MA di sekitar lokasi.
Baca Juga: Warga Jepang Pakis Hampir Menggruduk Kantor PLN Kudus, Ternyata Ini Alasannya
Ketua IJTI Muria Raya, Iwhan Miftahudin, mengatakan kegiatan ini bukan sekadar peringatan simbolik, melainkan gerakan nyata untuk melestarikan alam.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan sungai dan kelestarian sumber daya alam,” ujarnya.
Menurutnya, sungai yang bersih dan ekosistem ikan yang seimbang merupakan aset lingkungan yang perlu dijaga bersama.
Karena itu, pihaknya memilih kegiatan berbasis aksi lingkungan agar masyarakat, terutama pelajar, terlibat langsung dalam proses pelestarian.
Antusiasme tampak dari para siswa yang ikut membersihkan sampah di sekitar sungai dan menabur benih ikan.
Mereka tampak gembira mengikuti kegiatan tersebut.
“Saya senang sekali bisa ikut. Selain belajar menjaga kebersihan sungai, kami juga ikut menebar ikan. Rasanya bangga bisa berbuat untuk lingkungan,” kata Nabila, salah satu siswa MA Kedungsari.
Baca Juga: Jelang Lawan Kendal Tornado FC, Persiku Kudus Optimis Menang
Sementara itu, M. Karim, Ketua UPZIS NU Kedungsari, menambahkan kegiatan ini juga diharapkan memberi dampak ekologis yang nyata.
“Dengan ditebarnya puluhan ribu ikan endemik, ekosistem sungai bisa kembali seimbang. Ini bukan hanya peringatan hari besar, tapi juga bentuk amal jariyah untuk alam,” ujarnya.
Kegiatan bersih sungai dan tabur benih ikan yang digelar IJTI Muria Raya ini tidak hanya bertujuan untuk melestarikan lingkungan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kepedulian dan kerja sama antar siswa.
Dengan kegiatan seperti ini, diharapkan siswa dapat menjadi agen perubahan yang peduli terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitarnya. (dik)
Editor : Ali Mustofa