Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Harga Bikin Geleng Kepala! Bonsai Langka Dihargai Setara Mobil Mewah di Pameran Bonsai Kudus Tak Dilepas, Ini Jenisnya

Ali Mustofa • Sabtu, 25 Oktober 2025 | 17:20 WIB

 

INDAH: Bonsai santigi milik Gunawan asal Kabupaten Rembang, Jateng, meraih gelar best in show di Kontes dan Pameran Bonsai Nasional Kudus 2025.
INDAH: Bonsai santigi milik Gunawan asal Kabupaten Rembang, Jateng, meraih gelar best in show di Kontes dan Pameran Bonsai Nasional Kudus 2025.

RADAR KUDUS – Ratusan karya seni tanaman bonsai dari berbagai penjuru Tanah Air menghiasi area Balaijagong, Kudus, dalam pameran nasional bertajuk The Champions – The Greatness of Kudus Bonsai Observers.

 

Sebanyak 552 bonsai tampil memukau sejak 19 hingga 28 Oktober 2025, menghadirkan karya dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Kalimantan, hingga sejumlah kota besar lainnya.

Dari ratusan karya yang berjajar rapi itu, satu bonsai jenis Santigi sukses mencuri perhatian pengunjung maupun dewan juri.

Baca Juga: Bonsai Santigi 20 Tahun Bernilai Rp500 Juta Asal Peserta Rembang Pukau Pengunjung Kontes di Kudus

Bukan hanya karena tampilannya yang eksotis, tetapi juga lantaran harganya yang menembus Rp 800 juta.

Tanaman tersebut milik seorang kolektor asal Semarang yang turut berpartisipasi dalam ajang nasional tersebut.

Menurut panitia, bonsai Santigi itu telah berusia lebih dari 20 tahun dan sempat ditawar Rp 200 juta, namun sang pemilik enggan melepasnya.

Ketua Panitia Pameran Nasional Bonsai Kudus, Yohan Hadi Pras, menyampaikan bahwa nilai jual tinggi tersebut menunjukkan keunikan dan kesempurnaan struktur tanaman.

 

Baca Juga: DPRD Kudus Dorong Percepatan Proyek Gedung Stroke dan IGD di RSUD dr. Loekmono Hadi

“Dari sekian banyak bonsai yang dipamerkan, ada yang ditawarkan hingga Rp 800 juta jenis Santigi," ujarnya, Kamis (23/10/2025).

"Semakin sempurna bentuk dan keseimbangan antara akar, batang, dan rantingnya, maka nilainya akan semakin tinggi,” lanjutnya.

Ajang nasional ini digelar selama sembilan hari dan melibatkan penjurian ketat selama tiga hari, yakni 22–24 Oktober.

Penilaian terbagi menjadi tiga kelas: bahan, pratama, dan madya. Untuk kelas bahan, aspek gerak dasar menjadi fokus utama.

Sementara di kelas pratama, penilaian mencakup struktur akar dan percabangan ranting.

 

Baca Juga: Pecinta Bonsai Merapat! Ada Kontes Bonsai Nasional di Kudus, Pamerkan Ratusan Pohon, di Sini Lokasinya

Adapun kelas madya menitikberatkan pada keseimbangan keseluruhan bentuk tanaman.

Selain kontes, pameran ini juga menjadi ruang pertemuan para pecinta bonsai dari berbagai daerah.

Yohan menuturkan, kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomi bonsai sekaligus memotivasi kolektor untuk terus berinovasi.

“Selain ajang seni, pameran ini juga berdampak ekonomi. Bonsai yang menang biasanya naik nilainya. Kami juga menyiapkan penghargaan seperti best stand, best in class, best in show, hingga bonsai favorit pilihan Bupati Kudus,” jelasnya.

Menariknya, setelah 13 tahun vakum, gelaran bonsai berskala nasional akhirnya kembali digelar di Kudus.

Tak hanya menampilkan kontes, acara ini juga dimeriahkan dengan 16 stan bursa bonsai yang menjajakan beragam tanaman hias unik.

Yohan menambahkan, tren bonsai saat ini didominasi oleh jenis Anting Putri, Sanca, dan Waru Taiwan.

Baca Juga: Ngeri! Pohon Tumbang Timpa Truk di Jalur Kudus-Pati

“Untuk menghasilkan bonsai sempurna bisa butuh waktu 15–20 tahun. Tapi bagi yang ingin bonsai mini, cukup sekitar tujuh tahun sudah bisa dinikmati,” tambahnya.

Selain kompetisi, panitia juga mengadakan pelatihan bonsai untuk pelajar, sebagai upaya menanamkan kecintaan terhadap seni tanaman sejak dini.

“Bonsai itu abadi. Semakin tua, semakin bernilai. Kami ingin pameran ini menjadi momentum kebangkitan komunitas bonsai di Kudus,” pungkas Yohan.

 

Editor : Ali Mustofa
#santigi #bonsai #pameran #penghargaan #mobil mewah