KUDUS - Ratusan Mahasiswa memadati di depan kantor Mapolres Kudus dengan menyalakan 1000 lilin.
Aksi damai tersebut juga diiringi dengan doa salat gaib bersama serta mendoakan almarhum Affan.
Di tengah-tengah aksi tersebut hadir Forkopimda Kudus. Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengikuti aksi damai itu. Sam’ani ikut salat gaib dan tahlil doa bersama.
Koordinator Aksi, Abdullah Ni’am menyatakan, aksi ini merespon tewasnya Affan usai ditabrak kendaraan taktis milik Brimob Polda Metro Jaya.
”Mahasiswa di Kudus sepakat menggelar aksi ini, kami mendoakan Affan semoga amal baiknya diterima di sisi Tuhan,” katanya.
Dia menambahkan, Affan meninggal dalam keadaan yang mulia.
Almarhum meninggal dalam berjuang menegakkan demokrasi bangsa. Agar tujuan Indonesia ini lebih baik ke depan.
Aksi di depan Mapolres ini dilakukan untuk sebagi bentuk keperhatinan atas sikap oknum polisi yang menewaskan Affan.
Ia berharap usai kasus ini polisi bisa menjadi evaluasi instansi polisi agar lebih baik ke depannya.
”Tuntutan kami kepada Pemkab Kudus diharapkan tidak membungkam suara dan kritikan. Serta pejabat tidak arogan,” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyampaikan apresiasi penyampaian aspirasi para mahasiswa berjalan dengan damai.
Pemkab Kudus juga mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya Affan Kurniawan. Sam’ani mendoakan seluruh amal ibadah almarhum diterima di sisiNya.
”Kami mengucapkan turut berduka cita, semoga amal ibadah almarhum diterima di sisiNya,” katanya.
Sementara itu, Kapolres Kudus, AKBP Heru Dwi Purnomo turut mengucapkan berbelasungkawa atas meninggalnya Affan Kurniawan. Dia mendoakan almarhum khusnul khotimah.
”Aksi berjalan kondusif dan lancar, kami mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya Affan,” imbuhnya.
Usai menyampaikan aspirasinya, mahasiswa meninggalkan Mapolres Kudus dengan lancar dan damai. (gal)
Editor : Ali Mustofa