KUDUS – Kabupaten Kudus bersiap menjadi sorotan nasional dengan dipercaya sebagai tuan rumah peluncuran gerakan pelestarian khazanah keilmuan Islam bertajuk Jelajah Turats Nusantara (Jalantara).
Ini siatif ini digagas oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sebagai bentuk penghormatan sekaligus revitalisasi warisan intelektual para ulama Nusantara.
Gelaran perdana Jalantara di mulai dari Zona Jawa–Madura dan akan digelar secara meriah di sejumlah titik penting Kota Kudus pada Minggu, (13/7) atau bertepatan dengan 17 Muharram 1447 H.
Kudus dipilih bukan tanpa alasan. Sebab kota ini memiliki sejarah panjang sebagai pusat pengembangan ilmu keislaman klasik, yang jejaknya masih bisa ditelusuri hingga hari ini.
Konsep pameran yang akan ditampilkan infografis terkait Syaikh Abdul Hamid kudus.
Termasuk kitab-kitab karya beliau, Majmuk Mualfadz kumpulan ada sekitar 21 kitab, plus catatan2 beliau.
Manuskrip jauharatut tauhid, karya Abdullah bin Syaifuddin Aljawi.
Yang telah disalin ulama dari Kudus pada pertengahan abad 18, tahun 1750-an. Menjadi manuskrip yang paling tua.
Ada juga manuskrip yang masih ditulis tangan karya KH Raden Asnawi, yang merupakan sosok sesepuh Kudus dan pendiri NU asal Kudus.
Ketua Panitia Jalantara, Ayung Notonegoro, yang juga pendiri Komunitas Pegon, menyebut Kudus sebagai “kawah candradimuka” para ulama besar di Nusantara.
“Kudus bukan sekadar tempat peluncuran, tapi juga representasi nyata dari semangat turats yang hidup dalam denyut masyarakatnya,” ujar Ayung.
Puncak kegiatan Jalantara akan berlangsung di pelataran Gedung Menara Kudus pada malam harinya, pukul 18.30 hingga 23.00 WIB.
Acara ini akan diramaikan dengan Pengajian Akbar serta peluncuran kitab Fathul-Aliyyil-Karim, karya monumental Syaikh Abdul Hamid Kudus, ulama besar kelahiran Kudus yang sempat menjadi pengajar di Masjidil Haram, Makkah, pada akhir abad ke-19.
KH Miftachul Akhyar, Rais ‘Aam PBNU, dijadwalkan hadir dalam pengajian bersama jajaran ulama lintas daerah dari Jawa dan Madura.
Momentum ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi intelektual yang memperkuat jaringan antar pesantren dan tokoh-tokoh keilmuan Islam kontemporer.
Sebelum itu, pada siang harinya akan digelar Seminar Nasional bertema Syaikh Abdul Hamid Kudus dan Jejak Ulama Nusantara dalam Belantika Keilmuan Islam.
Seminar ini akan berlangsung di Pendapa Kabupaten Kudus pukul 13.00–16.00 WIB.
Menghadirkan tokoh-tokoh pemikir Islam seperti Mahrus Elmawa, Gus Nanal Ainal Fauz, dan dimoderatori M. Rikza Muqtada dari UIN Sunan Kudus.(Andika Trisna Saputra)
Editor : Ali Mustofa