UNDAAN – Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, meresmikan Masjid Jami’ NU Baitussalam yang kini tampil berbeda.
Bukan sekadar tempat ibadah, masjid ini kini jadi ruang berinteraksi, belajar, hingga tempat ngaji yang ramah anak.
Sebelum peresmian masjid, Bupati dan jajarannya melakukan sholat Jumat berjamaah terlebih dahulu.
Kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan batu prasasti dan peresmian masjid.
Kegiatan tersebut disaksikan juga oleh jamaah yang masih tersisa usai sholat Jumat.
Dalam acara peresmian, Bupati yang hadir bersama para kepala desa dan takmir masjid menyampaikan rasa bangga atas renovasi total masjid yang telah berjalan selama lima tahun terakhir.
Ia berharap masjid bisa kembali menjadi pusat kehidupan sosial masyarakat seperti di masa lalu.
“Dulu waktu kecil saya sering ngaji, tidur, sampai main di masjid. Sekarang suasana itu ingin kita hidupkan lagi, supaya anak-anak akrab dengan masjid sejak dini,” ucapnya penuh kenangan, Jumat (27/6).
Renovasi besar-besaran ini tak hanya membuat masjid terlihat lebih megah dan modern, tapi juga dirancang ramah anak.
Tersedia kegiatan TPQ setiap sore, madrasah diniyah, hingga forum remaja dan kajian ibu-ibu.
Baca Juga: Berikut Sejumlah Petilasan di Rahtawu Kudus yang Disakralkan Peziarah saat Malam 1 Suro
“Anak-anak sekarang senangnya main HP. Kalau punya tempat seperti ini, mereka bisa belajar sambil bersosialisasi di lingkungan yang positif,” tambahnya.
Bupati juga mengapresiasi partisipasi masyarakat serta dukungan Baznas yang memberikan bantuan Rp10 juta untuk pembangunan masjid.
Ketua Takmir Masjid, Muhammad Ali Imron, menjelaskan bahwa renovasi dilakukan dari nol karena kondisi sebelumnya rawan banjir.
Lantai lama dibongkar, bangunan diperluas, dan tampilan masjid kini mengusung perpaduan arsitektur klasik Jawa dan sentuhan modern.
Baca Juga: Dianggap Sakral! Ribuan Pengunjung Datangi Petilasan Rahtawu Kudus di Malam 1 Suro
“Kami sangat bersyukur atas semua dukungan umat Islam, baik tenaga, harta, maupun pikiran. Kini masjid ini tidak hanya tempat ibadah, tapi juga rumah kegiatan warga,” ungkapnya.
Setiap sore, masjid ini hidup oleh suara anak-anak yang mengaji.
Malamnya, giliran remaja maupun ibu-ibu mengadakan pengajian rutin.
Dengan semangat kebersamaan, masjid ini kini menjadi oase spiritual sekaligus ruang tumbuh generasi muda Kudus. (dik)
Editor : Zainal Abidin RK