Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tiga Bulan, DKK Kudus Catat Kewapadan Dini Rumah Sakit Suspek DBD capai 1.229 Orang

Indah Susanti • Selasa, 29 April 2025 | 22:16 WIB

 

NUNGGU ANTREAN: Ramai pasien di RS Islam Kudus menunggu antrean pemeriksaan.
NUNGGU ANTREAN: Ramai pasien di RS Islam Kudus menunggu antrean pemeriksaan.
KUDUS – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus mencatat kewaspadaan dini rumah sakit (KDRS) yang mengarah pada gejala demam berdarah dengue (DBD) sebanyak 1.229 kasus .

Jumlah tersebut terhitung sejak awal Januari hingga 21 April 2025. Tersebar di tujuh rumah sakit yakni Di antaranya, di RSUD Kudus, RS Aisyiyah, RS Mardi Rahayu, RS Nurussyifa, dan RSI Sunan Kudus.

Kabid Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada DKK Kudus, Darsono menerangkan, KDRS yang masuk ke laporan itu masih berstatus suspek DBD, perlu ada pemeriksaan lebih lanjut.

Kendati demikian, Darsono menegaskan belum ditemukan kasus kematian akibat penyakit DBD hingga saat ini.

Kasus meninggal yang sempat ramai di RSI, terjadi lantaran adanya komorbid atau penyakit penyerta dari pasien.

“Kalau kasus meninggal dunia murni karena DBD belum ada, rata-rata karena penyakit penyerta. Kalau tahun kemarin (2024) memang ada kasus meninggal murni karena DBD ada empat orang,” kata Darsono.

Namun, pihaknya juga menyampaikan, dari 1.229 suspek dari hasil pemeriksaan detail. Ada yang masuk dalam kategori kasus dengue dengan warning, atau ditemukan indikasi bahwa DBD telah memasuki fase yang lebih serius dan berpotensi berkembang menjadi syok.

Kasus DBD dengan dengue warning tercatat sebanyak 115 pasien, meliputi 20 pasien di RSUD dr. Loekmono Kudus, 15 pasien di RS Mardi Rahayu, 16 pasien di RSI Sunan Kudus, tujuh pasien di RS Nurussyifa dan 47 pasien di RS Aisyiyah.

“Saat ini kasusnya mulai turun, tapi tetap waspada. Kami imbau agar masyarakat menguatkan gerakan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) dengan 3M Plus,” tandasnya.

Gerakan 3M Plus yang dimaksut yakni, menguras tempat penampungan air, menutup tempat-tempat penampungan air, mendaur ulang berbagai barang yang memiliki potensi untuk dijadikan tempat berkembangbiak nyamuk aedes aegypti yang membawa virus DBD pada manusia.

Lalu, poin plus-nya antara lain, menanam tanaman yang dapat menangkal nyamuk, memeriksa tempat-tempat yang digunakan untuk penampungan air, memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi yang ada di rumah.

Melakukan gotong royong untuk membersihkan lingkungan, meletakkan pakaian yang telah digunakan dalam wadah yang tertutup, memberikan larvasida pada penampungan air yang susah untuk dikuras, memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar.

“Kami juga telah menyiapkan bubuk abate yang bisa diminta gratis di puskesmas atau bidan desa. Pembasmian jentik nyamuk dengan abate ini lebih efektif ketimbang fogging,” tandasnya. (san)

 

Editor : Ali Mustofa
#rumah sakit #dkk #pemkab #dinas kesehatan #dbd #Kematian #Kudus