Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Mengenal Lebih Dekat Sosok Sunan Muria, Salah Satu Wali Songo sekaligus Putra Sunan Sunan Kalijogo yang Sebarkan Agama Islam di Kudus, Jepara, Pati

Noor Syafaatul Udhma • Sabtu, 18 Januari 2025 | 18:36 WIB

 

Ilustrasi Sunan Muria
Ilustrasi Sunan Muria

RADAR KUDUS – Sunan Muria merupakan salah satu wali songo yang menyebar agama Islam di daerah Kudus, Pati, Juwana, dan sekitarnya.

Sosoknya yang kharismatik mampu mengajak masyarakat di sekitar Gunung Muria untuk masuk agama Islam.

Profil Sunan Muria

Berdasarkan buku Tasawuf Nusantara, Sunan Muria merupakan putra dari salah satu wali songo yakni Sunan Kalijaga.

Sunan Muria memiliki nama lengkap Raden Umar Said. Dia menikah dengan Dewi Roroyon, putri dari seorang ulama bernama Sunan Ngerang atau Ki Ageng Ngerang.

Namun ada versi lain, Sunan Muria merupakan keturunan orang Arab. Kendati demikian, diyakini Sunan Muria merupakan keturunan orang-orang terhormat.

Dalam buku tersebut, Sunan Muria disebut memiliki kelebihan fisik yang kuat dan sakti mandradugana.

Salah satu bukti Sunan Muria memiliki fisik yang kuat karena memiliki padepokan yang berada di atas gunung.

Sunan Muria Menyebarkan Agama Islam

Dalam buku yang ditulis oleh Sri Mulyati berjudul Tasawuf Nusantara, Sunan Muria disebutkan mendekati kaun dagang, nelayan, dan pelaut.

Selama berdakwah, dia menggynakan gamelan sebagai kesenian Jawa yang digemari masyarakat. Dia menggunakan kesenian ini untuk memasukkan nilai-nilai keislaman secara tidak langsung.

Cara berdakwah ini dilakukan agar tidak menghilangkan tradisi lama dalam budaya Jawa. Tujuannya agar masyarakat tidak terkejut dengan ajaran Islam.

Hal ini terlihat ketika Sunan Muria mengubah syair dari tembang-tembang Jawa dengan menyisipkan nilai keislaman.

Karena dia merupakan anak Sunan Kalijaga, maka dakwah yang dilakukan Sunan Muria menggunakan cara halus.

Dalam buku Sejarah Wali Songo disebutkan bahwa Sunan Kalijaga membuat lebih mengenal tradisi yang ada di Pulau Jawa.

Tak heran, karena cara yang digunakan sangat disukai orang Jawa, maka masyarakat sangat sngat dekat dan nyaman dengan ajaran yang diberikan Sunan Muria.

Dalam artikel berjudul Menelusuri Jejak dan Warisan Walisongo yang terbit di jurnal Wawasan, Wawan Hermawan menuliskan bahwa Sunan Muria termasuk tokoh penting dalam Kesultanan Demak.

Sunan Muria terlibat dalam pemelihaan Raden Patah sebagai pemimpin perdana kerajaan Islam pertama di Jawa tersebut.

Meski berpengaruh di Kesultanan Demak, namun Sunan Muria lebih suka tinggal di daerah terpencil dan jauh dari pusat kota. Sunan Muria dikenal suka bergaul dengan masyarakat sambil mengajarkan keterampilan bercocok tanam, kesenian, hingga berdagang.

Julukan Sunan Muria diambil karena Raden Umar Said tinggal di Gunung Muria.

Gunung Muria itu sendiri terletak di pantai utara Jawa Tengah. Tepatnya sebelah timur laut kota Semarang. Gunung ini termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Kudus, Pati, dan Jepara.

Sunan Muria Tradisi Bancakaan hingga Menulis Tembang Cilik

Dakwah Sunan Muria memang mengikuti jejak ayahnya yakni Sunan Kalijaga. Salah satu tradisi yang diubah Sunan Muria yakni tradisi bancakan.

Fungsi tumpeng diubah menjadi kenduri untuk mengirim doa untuk leuhur dengan doa di rumah orang yang memiliki hajat.

Sunan Muria juga mengajarkan masyarakat untuk bersedekah. Ajaran bersedekah ini diwujudkan dalam kegiatan Kirab Pager Mangkok di salah satu dusun di kaki Gunung Muria yakni Piji Wetan.

Tak hanya itu Sunan Muria mengembangkan penulisan tembang cilik (sekar alit) jenis Sinom dan Kinanthi, Tembang masih populer hingga sekarang di kalangan Masyarakat Jawa.  

Dalambuku Atlas Wali Songo, Agus Sunyoto menyebutkan bahawa Sunan Muria sering menggelar pertunjukan wayang subahan ayahany seperti Dewa Ruci, Dewa Srani, Jamus Kaimasada, Begawan Ciptaning, Semar Ambarang, dan sebagainya.

Disemayamkan di Lereng Gunung Muria

Sunan Muria meninggal dunia pada 1551 M. Makamnya terletak di lereng Gunung Muria, Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Sekitar 18 km utara kota Kudus.

Di sekitar makam Sunan Muria, terdapat 17 makam prajurit dan abdi ndalem, Kesultanan Demak yang menjadi pengawal khusus Sunan Muria.

Makam Sunan Muria selalu ramai didatangi peziarah dari berbagai daerah di Nusantara.  

 

 

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#jepara #inspirasi #pati #sunan muria kudus #Gunung Muria #sosok #Kudus #profil