KUDUS – Jelang Hari Raya Idul Adha harga hewan kurban di Kabupaten Kudus naik hingga Rp 1-2 juta dari harga normal. Baik untuk sapi, kerbau, dan kambing.
Kepala Bidang (Kabid) Dinas Pertanian dan Pangan Kudus Arin Nikmah mengatakan, berdasarkan hasil pantauan di lapangan, sejumlah pasar hewan dan di tingkat peternak mengalami peningkatan populasi sampai dengan 100 persen.
Hal itu disebabkan, hewan kurban juga didatangkan dari luar daerah. Seperti Jawa Timur dan Jawa Barat.
“Kenaikan harga kurban saat Idul Adha itu wajar, karena ternak juga didatangkan dari luar daerah,” katanya kemarin.
Ia menyebut, masyarakat yang membeli hewan kurban juga dikenakan biaya titip sebanyak Rp 500 ribu.
Hewan ternak diinapkan di kandang peternak dengan kurun waktu tiga pekan sampai dengan H-1 Lebaran Kurban.
Hewan ternak dapat diambil saat mendekati waktu penyembelihan.
Namun ada pula, biaya titip sudah termasuk dengan kesepakatan harga pembelian hewan kurban.
“Jadi sistemnya masyarakat tidak langsung mengambil hewan yang dibeli, tapi dititipkan dulu beberapa hari,” imbuhnya.
Ia menilai permintaan hewan kurban di Kabupaten Kudus terbilang cukup tinggi.
Hal itu dibuktikan dengan ketersedian stok hewan di tingkat peternak 70 persen sudah dibayar secara down payment (DP).
Berbeda dengan antusias pembeli di pasar hewan yang dirasa tidak seramai sebelumnya.
Sebab, kebanyakan pembeli datang langsung ke tingkat peternak.
Sedangkan untuk harga, sementara ini mengalami kenaikan yang wajar dan bisa saja mengalami perubahan sewaktu-waktu.
“Stok hewan saat ini kurang lebih 30 persen itu belum by name atau belum kepemilikan,” ujarnya.
Menurutnya, kerbau menjadi pilihan hewan kurban paling banyak diminati oleh kalangan masyarakat Kudus.
Hal itu lantaran dipengaruhi dengan kepercayaan masyarakat tentang ajaran Sunan Kudus tentang larangan menyembelih sapi saat Idul Adha.
Harga kerbau berkisar Rp 20-40 juta per ekor. Harga disesuaikan dengan berat hewan.
Sementara ini kerbau terbesar memiliki berat 600 kilogram.
“Tahun kemarin pemotongan kerbau paling banyak mencapai 1.900 ekor,” paparnya. (wat/him)
Editor : Ali Mustofa