Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Potret Warga Terdampak Banjir Demak yang Pilih Mengungsi di Bak Truk hingga Kolong Jembatan Daripada di Pengungsian

Galih Erlambang Wiradinata • Senin, 18 Maret 2024 | 03:04 WIB
MENGUNGSI: Sejumlah warga memilih mengungsi di bak truk daripada di tempat pengungsian.
MENGUNGSI: Sejumlah warga memilih mengungsi di bak truk daripada di tempat pengungsian.

KUDUS - Warga terdampak banjir di Kabupaten Demak memilih mengungsi di kolong jembatan dan bertahan di atas bak truk.

Kondisi ini mengingat lokasi pengungsian yang disediakan terlampau jauh.

Warga terdampak banjir Demak beristirahat dengan merebahkan badannya beralaskan tikar.

Sementara di atas kepala mereka adalah beton Jembatan Kolonel Sunandar C.

Mereka bertahan di lokasi pengungsian tersebut sejak Minggu (17/3) pukul 02.00 WIB.

Sementara di lokasi pengungsian, Minggu siang belum terpantau adanya pendirian tenda dapur umum.

Warga hanya membawa bekal seadanya untuk memenuhi kebutuhan logistiknya.

Salah satu warga Desa Ketanjung, Darti, 66 ia terpaksa bertahan di bawah jembatan untuk mengungsi.

Kondisi itu agar dilakukan untuk bertahan di tempat yang bebas dari genangan. Ia mengungsi bersama anaknya.

”Minggu dini hari saya langsung mengungsi di bawah jembatan. Saya sahur dengan masakan pas buka puasa, seadanya,” katanya.

Dia mengaku, sebelumnya saat banjir yang melanda Demak pada Februari lalu juga mengungsi di bawah jembatan. Kebutuhan logistik saat itu terjamin.

Pada Minggu (17/3) siang, ia belum mendapatkan suplai bantuan logistik. Ia berharap kebutuhan untuk para pengungsi bisa terpenuhi. Baik untuk makan sahur dan berbuka puasa.

”Ketinggian air di rumah saya sudah tiga meter. Padahal rumah saya sudah ditinggikan,” ungkapnya.

Sementara itu, warga terdampak lainnya, Widia mengaku memilih mengungsi di bawah jembatan. Pasalnya lokasi tersebut dianggap dekat dengan rumahnya yang terendam banjir.

Kondisi banjir ini dianggap parah karena ketinggian air mencapai tiga meter di rumahnya.

Selain dekat dari rumahnya, Widia memutuskan mengungsi di kolong jembatan lantaran lokasi pengungsian yang disediakan cukup jauh.

Di samping itu, akses menuju lokasi pengungsian sulit dijangkau lantaran jalannya terendam banjir. Warga yang terdampak diarahkan mengungsi di Kedungwaru Lor dan Gajah.

”Pengungsi berpencar, ada yang ngambil kos-kosan, ngontrak di Kudus,” katanya.

Widia hanya bisa pasrah atas tragedi ini. Terkait suplai makanan nanti ia belum mendapatkan kepastian kapan dapur umum didirikan di sekitar lokasi.

Berbeda dengan Sri, warga Karanganyar yang memilih bertahan di atas bak truk.

Di atasnya diberikan terpal untuk menahan dari panas dan hujan. Ia mengungsi di truk miliknya sejak Minggu dini hari.

Sri sebelumnya, mengungsi di rumah kerabatnya yang berada di Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus.

Namun kali ini ia tak ke sana. Mengingat jaraknya terlampau jauh dari lokasi tempat kerjanya.

”Tadi malam saya sahur di sini (Di atas bak truk, Red), sampai kapan bertahan di sini melihat sikon nanti,” tandasnya. 

Editor : Abdul Rokhim
#banjir #demak #Bak truk #kolong jembatan #pengungsi