KUDUS – Ditjen Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama timnya mengatur strategi untuk mengatasi banjir Demak.
Sebab hingga hari ketiga kemarin, air masih menggenangi Jalan Pantura Kudus-Semarang.
Dirjen SDA PUPR Bob Arthur Lambogia bersama tim kemarin berkunjung ke lokasi banjir kemarin.
Didampingi Pj Bupati Kudus M. M. Hasan Chabibie. Bob Arthur menjelaskan, ada dua titik tanggul Sungai Wulan yang jebol.
Dengan lebar sekitar 10 meter dan 30 meter. Penutupan tanggul jebol sudah dilakukan mulai Kamis (8/2) sore.
”Kami upayakan agar genangan di Kecamatan Karangayar, Demak, segera surut. Ini disiapkan 12 pompa penyedot air," ujarnya.
"Lima pompa sudah beroperasi. Satu pompanya berkapasitas 500 liter per detik. Yang kami fokuskan mengurangi debit yang keluar dari jebolan tanggul tersebut,” jelasnya.
Ia mengaku, pengerjaan penambalan tanggul yang jebol ini, terkendala akses jalan menuju ke titik tanggul jebol. Sebab, harus melewati atas tanggul.
Sedangakan material penutup tanggul harus lewat air, sehingga menggunakan perahu dan ekskavator amfibi.
”Kami mengerjakan dengan hati-hati. Memperhatikan keselamatan pekerja, karena arusnya deras,” ujarnya.
Disampaikan juga, untuk antisipasi cuaca yang masih turun hujan, pihaknya mengebut pengerjaan penambalan tanggul dengan memilih alat berat yang disesuaikan dengan kapasitas tanggul.
”Ekskavator amfibi ada dua unit dan ekskavator standar ada tiga unit. Untuk penambalan tanggul, kami perkirakan Senin (12/2) sudah selesai. Makanya, ini dikejar pengerjaannya 1x24 jam,” ucapnya.
Menurutnya, Kecamatan Karangayar biasanya ada banjir, tapi airnya tidak terlalu tinggi. Tanggul jebol ini di luar dugaan. Kejadian ini kali pertama.
Baca Juga: Cerita Warga Karanganyar Demak Korban Banjir 2 Meter: Trauma dan Tak Makan Sehari Semalam
Sementara itu, dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus di lokasi banjir kemarin, tinggi genangan air sudah mulai surut.
Penyusutannya sekitar 60 sentimeter yang semula tinggi genangan sampai sekitar dua meter.
Melihat kondisi banjir di Kecamatan Karanganyar, Demak, memunculkan langkah antisipasi dari Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Jati.
Di antaranya, pompa air dengan kapasitas mampu menyedot air 500 liter per detik di-stand by-kan. Ada ada empat pompa air.
Selain itu, kerja bakti membersihkan aliran sungai juga terus dilaksanakan. Apalahi curah hujan tinggi diprediksi masih bertahan sampai Maret.
Camat Jati Fiza Akbar menjelaskan, mitigasi siaga bencana tetap dilaksanakan agar terhindar dari banjir.
”Alhamdulillah Dukuh Tanggulangin dan Dukuh Gendog, Desa Jati Wetan, yang rawan banjir kondisinya masih aman. Belum ada tanda-tanda kemasukan air,” ungkapnya.
Pihaknya juga sudah menyiapkan tim siaga bencana per desa yang rawan banjir.
Termasuk setiap hari ada pantauan dan laporan ke kecamatan.
”Biasanya menginjak Januari sudah ada orang yang mengungsi. Tahun ini Kudus masih tergolong aman. Kami saat ini fokus membantu saudara kita yang berasal dari Demak, korban banjir akibat tanggul jebol,” jelasnya. (san/lin)
Editor : Ali Mustofa