Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Beberapa Olahraga Paling Efektif untuk Menunjang Kesehatan Otak dan Mencegah Kepikunan

Redaksi Radar Kudus • Rabu, 25 Juni 2025 | 18:28 WIB
Ilustrasi otak manusia yang akan semakin melemah termakan oleh usia
Ilustrasi otak manusia yang akan semakin melemah termakan oleh usia

RADAR KUDUS - Seiring dengan bertambahnya usia, kemampuan otak dapat mengalami penurunan.

Ketika kinerja otak mulai melemah, risiko mengalami gangguan memori seperti pikun, demensia, hingga Alzheimer pun meningkat di usia lanjut.

Menurut Dr. Avinish Reddy, seorang pakar dalam bidang kesehatan usia lanjut, ada satu kebiasaan sederhana yang efektif untuk menjaga kesehatan otak, yaitu rutin berolahraga.

Baca Juga: Google Kian Ditinggalkan, Pengguna Berbondong-Bondong Beralih ke Alternatifnya

Namun, jenis olahraga seperti apa yang paling bermanfaat untuk otak?

Beberapa aktivitas fisik tertentu, termasuk olahraga raket seperti tenis dan pickleball, diyakini mampu menurunkan risiko terkena demensia maupun penyakit Parkinson.

Hal ini disebabkan karena olahraga jenis tersebut melibatkan koordinasi antara mata dan tangan, jelasnya.

Koordinasi mata dan tangan cenderung menurun seiring pertambahan usia, terutama setelah seseorang melewati usia 60 tahuN.

Terutama jika mereka tidak rutin berolahraga atau kekurangan nutrisi, menurut Harvard Health Publishing.

Kemampuan ini sangat penting dalam aktivitas sehari-hari seperti menyetir atau menggenggam pegangan.

Menurut terapis okupasi Jennifer Packard dalam wawancara dengan Harvard Health Publishing tahun 2021, bermain tenis atau pingpong bisa melatih koordinasi tersebut karena kecepatan bola yang cepat memaksa otak untuk bekerja lebih aktif.

Baca Juga: Sepakat Lakukan Gencatan Senjata: Iran Apresiasi Qatar, Israel Berterima Kasih kepada Trump

"Otak perlu mengontrol gerakan tangan dan lengan, bukan hanya saat benda berada dalam jangkauan pandangan, tetapi juga ketika bola bergerak ke arah yang tidak terlihat—seperti di samping atau belakang tubuh," ujarnya.

Selain itu, melakukan olahraga kelompok tidak hanya membantu tubuh tetap bugar, tetapi juga mempererat hubungan sosial.

Studi menunjukkan bahwa bersosialisasi dan menjalin koneksi dengan orang lain dapat meningkatkan rasa bahagia serta memperpanjang harapan hidup. (Octa Afriana A)

Editor : Ali Mustofa
#penyakit parkinson #otak #berolahraga #kepikunan #olahraga