RADAR KUDUS - Meskipun tidak selalu menunjukkan tanda-tanda jelas, Diabetes Mellitus (DM) dapat memunculkan sejumlah keluhan tertentu yang dirasakan saat bangun tidur di pagi hari.
Keluhan ini umumnya berkaitan dengan meningkatnya kadar gula darah pada awal hari.
Kondisi lonjakan gula darah ini, dikenal sebagai fenomena fajar (dawn phenomenon), biasanya terjadi antara pukul 03.00 hingga 08.00 pagi.
Baca Juga: Hujan Deras Diprediksi Melanda 9 Wilayah di Indonesia pada Awal Juli 2025, Apakah Daerahmu Termasuk?
Pada waktu tersebut, perubahan hormon memengaruhi efektivitas insulin dalam menjaga kestabilan glukosa darah.
Menurut Cleveland Clinic, selain fenomena fajar, peningkatan gula darah saat pagi hari juga bisa dipicu oleh Somogyi Effect.
Kondisi ini umumnya terjadi pada penderita DM yang menggunakan insulin, di mana setelah mengalami penurunan kadar gula darah (hipoglikemia) pada malam hari, tubuh secara refleks memproduksi hormon yang kemudian menyebabkan lonjakan gula darah saat pagi.
Fenomena fajar ini cukup umum dialami oleh penyandang diabetes. Berdasarkan sebuah penelitian, kondisi ini terjadi pada sekitar 50 persen penderita DM, baik yang tipe 1 maupun tipe 2.
Bagaimana Cara Mengetahuinya?
Metode paling akurat untuk mengetahui adanya peningkatan gula darah adalah melalui pemeriksaan medis.
Bagi penderita diabetes, pengawasan kadar gula selama 24 jam bisa dilakukan menggunakan perangkat Continuous Glucose Monitoring (CGM).
Berbeda dengan pengukuran gula darah manual melalui tusukan di jari (finger prick) yang hanya dilakukan sebelum tidur dan setelah bangun, CGM memberikan pemantauan secara berkesinambungan sepanjang malam.
Dengan teknologi ini, penurunan kadar gula saat tidur pun bisa terekam.
Gejala Diabetes yang Muncul di Pagi Hari
Secara umum, diabetes mellitus kerap tidak menimbulkan gejala di awal, sehingga pemeriksaan berkala menjadi penting, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko.
Bila gejala muncul pun, sering kali tidak spesifik sehingga mudah terlewat.
dr. Em Yunir, SpPD-KEMD, seorang pakar diabetes dari RS Cipto Mangunkusumo, mengatakan, “Berdasarkan hasil Riskesdas, sekitar 70 persen penderita tidak menyadari adanya gejala diabetes, dan baru diketahui saat dilakukan pemeriksaan kebetulan.”
Meski tetap perlu dikonfirmasi dengan pemeriksaan medis, berikut beberapa tanda yang mungkin dirasakan penderita diabetes saat bangun pagi akibat hiperglikemia:
-
Rasa Haus Berlebihan (Polidipsia)
Polidipsia adalah kondisi ketika seseorang merasa sangat haus.
Ini merupakan reaksi tubuh untuk menggantikan cairan yang hilang akibat tingginya kadar gula darah, yang membuat ginjal bekerja lebih keras membuang glukosa berlebih.
-
Sering Buang Air Kecil (Poliuria)
Sama seperti polidipsia, poliuria—yakni frekuensi buang air kecil yang meningkat—juga menjadi ciri khas diabetes, terutama saat malam dan pagi hari.
Hal ini terjadi karena ginjal berusaha membuang kelebihan gula dari tubuh.
-
Bangun dengan Rasa Lelah
Gangguan tidur yang disebabkan oleh sering buang air kecil dan rasa haus bisa menurunkan kualitas tidur, membuat penderita DM merasa lemas atau tidak segar saat bangun.
Selain itu, hiperglikemia mengganggu efisiensi tubuh dalam memanfaatkan glukosa sebagai sumber energi.
-
Mulut Terasa Kering
Kekeringan pada mulut bisa menjadi tanda dehidrasi.
Pada penderita diabetes, cairan tubuh banyak digunakan untuk mengeluarkan kelebihan gula, menyebabkan mulut terasa kering saat pagi.
-
Penglihatan Kabur
Mengacu pada informasi dari Mayo Clinic, tingginya kadar gula darah dapat menarik cairan dari jaringan tubuh, termasuk lensa mata.
Hal ini membuat mata kesulitan menyesuaikan fokus dan menyebabkan pandangan menjadi buram.
-
Mati Rasa atau Kesemutan
Walaupun tidak umum, beberapa penderita diabetes bisa merasakan kesemutan atau mati rasa di tangan dan kaki akibat terganggunya fungsi saraf karena kadar gula darah yang tinggi.
-
Cepat Merasa Lapar (Polifagia)
Polifagia melengkapi dua gejala lainnya—polidipsia dan poliuria—sebagai tiga tanda klasik diabetes.
Rasa lapar berlebih merupakan sinyal bahwa insulin tidak berfungsi optimal dalam mengatur kadar gula dalam darah.
Perlu Diwaspadai dan Segera Diperiksa
Diabetes Mellitus dapat ditangani dengan lebih efektif jika terdeteksi lebih awal, bahkan sebelum gejala muncul.
Hal ini dimungkinkan melalui skrining dan pemeriksaan rutin.
Namun, jika gejala sudah muncul, sebaiknya jangan menunda untuk melakukan pemeriksaan medis agar penanganan dapat segera diberikan dan mencegah komplikasi serius di kemudian hari. (Octa Afriana A)
Editor : Ali Mustofa