RADAR KUDUS – Sudah mencoba berbagai cara dan obat, tetapi ambeien sering kumat dan tidak sembuh-sembuh? Mungkin kamu perlu mencoba 7 obat herbal ini. Obat ini mampu mencegah ambeien yang memburuk dan mengurangi rasa sakit saat kumat.
Ambeien atau wasir adalah kondisi ketika pembuluh darah yang berada di sekitar anus mengalami pembengkakan. Pembengkakan ini menyebabkan dinding pembuluh darah menipis, meregang, dan menimbulkan rasa sakit saat duduk atau buang air besar.
Penyebab wasir ada dua. Pertama karena faktor genetik. Kedua pembuluh darah anus melemah. Namun ada beberapa kondisi yang mampu meningkatkan terjadinya ambien, seperti kehamilan, duduk terlalu lama atau mengangkat beban, sembelit, obesitas, dan kebiaan mengejan terlalu kerasa saat buang air besar hingga sering mutah, batuk, serta bersin.
Tahapan Kondisi Ambeien
Ambien memiliki dua jenis. Yakni ambien dalam dan ambien luar. Pada ambien dalam, pembuluh darah yang bengkak tidak terlihat dari luar tubuh. Namun ambien luar pembengkaka tambak dari luar dan nyeri.
Berdasarkan ukuran dan tingkat keparahan, ambien dalam terdiri dari empat tingkatan, mulai 1-4. Obat herbal baik diguakan untuk tingkat 1-2, bila tak kunjung membaik periksakan ke dokter untuk mendapat penanganan khusus.
Berikut 7 Obat Herbal untuk Mengobati Penyakit Ambien
- Lidah Buaya
Tak hanya bagus untuk kulit, lidah buaya rupanya juga ampu mengatasi ambeien. Caranya dengan mengoleskan gel lidah buaya alami ke bagian anus untuk meringakankan rasa sakit dan tidak nyaman saat ambeien.
Sifat antiradang pada lidah buaya mampu mengurangi iritasi dan peradangan. Kendati tidak ada bukti klinis tentang manfaat lidah buaya untuk ambeien, tetapi tanaman satu ini aman digunakan di luar.
Ingat, gel lidah buaya ini langsung diambil dari tanaman lidah buaya. Bukan dalam bentuk krim atau losion berbagan lidah buaya.
- Minyak Kelapa
Obah herbal yang mampu meredakan ambien yakni minyak kelapa. Minyak kelapa dipercaya mampu mengecilkan ambeien sekaigus meredakan rasa sakit saat peradangan. Pastikan menggunakan minyak kelapa murni dan hindari penggunakan minyak kelapa dalam benuk krim atau losion.
- Air Hangat
Salah satu obat herbal yang mampu meredakan ambien yakni dengan merendam ambien dama air hangat. Caranya mudah. Kamu tinggal duduk di ember berisi air hangat selama beberapa saat, khususnya setelah buang air besar. Air hangat akan meningkatkan aliran darah dan membantu mengecilkan pembuluh darah yang bengkak. Air hangat juga akan membuat efek hangat dan nyaman.
- Minyak Kayu Manis dan Tea Tree Oil
Minyak kayu manis dan tea tree oil dipercaya mampu menyembuhkan ambeien dan menyembuhkan luka kulit di sekitar ambeien. Cukup campurkan beberapa tetes minyak kayu manis atau tea tree oil dalam minyak kelapa lalu oleskan pada ambien.
Kendati demikian, perlu penelitian lebih lanjut tentang khasiat ini.
- Garam Epsom dan Gliserin
Garam epsom dan gliserin mampu mengatasi ambeien. Kedua bahan ini bla dicampur lalu diolehkan atau kompres pada ambeien selama 20 menit akan mengurangi rasa nyeri.
Bila sulit menemukan garam epson, kamu bisa menggantinya dengan baking soda yang dilarutkan dalam air hangat.
Baca Juga: Kenali 9 Ciri Laki-Laki yang Mencintaimu Menurut Psikologi
Baca Juga: Jadi Andalan Jenguk Orang Sakit, Ternyata Buah Apel Punya 11 Manfaat untuk Kesehatan
- Witch Hazel
Witch Hazel atau Hammamelis Virginiana L adalah tumbuhan dari Amerika Utara. Dikatahui bagian daun dan ranting dari witch hazel mengandung antioksidan yakni polifenol dan tanin. Selain itu tanaman ini juga memiliki efek antiradang dan antibakteri.
- Makan Makanan Berserat
Makanan yang tinggi serat bagus untuk meringankan sembelit dan melunakkan feses, sehingga saat buang air besar tidak perlu mengejan. Dengan mengonsumi makana berserat akan meringankan rasa sakit dan pendarahan akibat ambeien.
Makanan berserat yakni alpukat, pisang, wortel, ubi jalar, pir, hingga aneka sayuran.
Baca Juga: Ini 7 Manfaat Buah Alpukat untuk Kesehatan. Tak Perlu Beli Obat
Inilah 7 obat herbal yang bisa mengurangi rasa sakit dan menyembuhkan ambeien. Selamat mencoba. Semoga bermanfaat.
Editor : Noor Syafaatul Udhma