JEPARA — Angin musim Baratan belum mereda. Imbasnya sejumlah pelayaran terganggu. Tak hanya perjalanan penyeberangan Jepara-Karimunjawa yang terkena dampaknya.
Namun, pelayaran lintas pulau lainnya pun terkena imbas.
Pada Rabu (21/1) selain KMP Siginjai, Express Bahari juga off pada Kamis (22/1).
Termasuk sejumlah kapal tak berani berlayar, dan mencari perlindungan di sekitar perairan Pulau Panjang.
Kepala Stasiun Radio Pantai (SROP) Jepara Distrik Navigasi Semarang Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub, Edi Pitono menyampaikan pada Rabu (21/1) terdapat setidaknya tiga unit kapal.
Meliputi TB Buana Centuri, TB Indo Pacific 02 rute pelayaran Banjarmasin-Semarang, serta KM Asia Raya yang berlayar dari Semarang- Merauke.
"Kalau Buana Centuri ini mau evakuasi tongkang yang kandas di sekitaran Wedung. KM. Asia Raya sudah di depan dermaga, sementara kalau Indo Pasific mau menuju Pulau Panjang," sebutnya.
Edi menyampaikan, jumlah ABK dari ketiga kapal tersebut ialah 35 orang.
"Iya ini menuju Baratan yang ke-4. Sebelumnya tinggi ombak dan angin Baratan 1-3 masih aman. Hari ini terbilang ramai, ada tiga kapal yang minta berlindung," ujarnya.
Lebih lanjut disebutkan, lama masa berlindung seperti di perairan Pulau Panjang tergantung kondisi cuaca di lapangan.
"Berbeda-beda, ada yang sampai satu minggu. Kami selalu menyampaikan broadcast kepada kapal-kapal yang melintas, mengenai kondisi di laut. Secara real-time, agar kapal berhati-hati," katanya.
Pihaknya menyampaikan, Pulau Panjang biasa dijadikan sebagai tempat berlindung lantaran posisinya yang dapat menghalau ombak dan angin. Utamanya dari arah barat.
Pada Rabu (21/1) rata-rata angin 20.3 knot. Atau sekitar 37.59 km/jam.
"Kami juga berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG, termasuk kondisi real-time di lapangan. Sehingga menginformasikan kepada kapal-kapal yang melintas.
Supaya mengutamakan keselamatan pelayaran masing-masing. Cuaca ekstrem di luar prediksi, sehingga kami tidak berani menginformasikan selama seminggu. Melainkan bertahap, setiap hari, setiap jam," jelasnya.(fik)
Editor : Mahendra Aditya