Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

Hanung Bramantyo: Ukir Jepara Jadi Jantung Film Kartini

M. Khoirul Anwar • Senin, 13 Juli 2026 | 15:03 WIB

 

NOBAR: Hanung Bramantyo menyebut ukir Jepara menjadi bagian penting film Kartini. Director
NOBAR: Hanung Bramantyo menyebut ukir Jepara menjadi bagian penting film Kartini. Director's Cut film itu bahkan pernah diputar di PBB.

 

JAKARTA – Sutradara Hanung Bramantyo mengungkap alasan menjadikan seni ukir Jepara sebagai bagian penting dalam film Kartini saat sesi bedah film di Museum Nasional Indonesia (MNI), Sabtu (11/7/2026). Menurutnya, film tersebut tidak hanya mengangkat emansipasi perempuan, tetapi juga perjuangan R.A. Kartini membangun kemandirian ekonomi masyarakat melalui seni ukir.

Director's Cut Pernah Diputar di PBB

Hanung mengungkapkan film yang diputar di Museum Nasional merupakan versi Director's Cut. Versi tersebut sebelumnya pernah ditayangkan di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam konferensi internasional tentang perempuan.

"Versi yang diputar hari ini adalah Director's Cut yang pernah ditampilkan di PBB saat konferensi tentang perempuan. Mereka ingin melihat dokumenter feminis dari Indonesia," ujar Hanung.

Ia mengatakan, film itu juga menampilkan perjuangan Kartini menyusun perjanjian pranikah yang pada zamannya merupakan gagasan sangat maju.

Kartini Angkat Ukir Jepara ke Dunia

Hanung menjelaskan penyusunan film dilakukan dengan menelusuri ratusan surat Kartini kepada sahabat-sahabatnya di Belanda. Dari riset itu, ia menemukan kuatnya perhatian Kartini terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat.

"Film ini bukan hanya berbicara tentang emansipasi, tetapi bagaimana emansipasi ditransformasikan ke dalam banyak bidang. Yang saya pilih adalah ekonomi karena dampaknya masih terasa hingga sekarang," katanya.

Menurut Hanung, film tersebut memperlihatkan bagaimana Kartini berhasil mengangkat seni ukir Jepara hingga dikenal melalui pameran internasional di Den Haag, Paris, dan Osaka.

Jepara Diminta Perkuat Identitas Kartini

Hanung menilai masih banyak pemikiran Kartini yang belum masuk ke dalam film karena keterbatasan durasi. Ia berharap film itu menjadi pintu masuk bagi masyarakat untuk mempelajari gagasan Kartini lebih mendalam.

Ia juga berharap Jepara terus memperkuat identitasnya sebagai Kota Kartini melalui pelestarian warisan seni ukir. Selain itu, ia mendukung revitalisasi Pendopo Kabupaten Jepara menjadi Museum Kartini dengan tetap mempertahankan nuansa sejarahnya.

Pemutaran film berlangsung dalam rangkaian pameran seni ukir TATAH di Museum Nasional Indonesia. Ruang teater dipenuhi penonton yang mengikuti film hingga selesai, termasuk Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar, Direktur Film, Animasi, dan Video Kementerian Ekonomi Kreatif Doni Setyawan, serta canggah R.A. Kartini, Joddy Mulyasetya Putra.

Bagi Hanung Bramantyo, kisah Kartini tidak berhenti pada emansipasi perempuan. Warisan pemikiran tentang pemberdayaan ekonomi dan seni ukir Jepara dinilai tetap relevan sebagai identitas budaya yang layak terus dikenalkan kepada dunia.

 

 

 

 

Editor : Admin
#museum nasional Indonesia #hanung bramantyo #film kartini #berita jepara #ukir jepara