Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

Pembangunan Sekolah Rakyat Jepara Segera Rampung, MPLS Siswa Dimulai Tanggal 31 Juli 

Fikri Thoharudin • Sabtu, 11 Juli 2026 | 12:22 WIB
TAHAP FINISHING: Perwakilan Kemensos didampingi Dinsospermasdes, DPUPR Jepara, serta pemborong tengah meninjau kesiapan Sekolah Rakyat pada Jumat (10/7). (DINSOSPERMASDES JEPARA UNTUK RADAR KUDUS)
TAHAP FINISHING: Perwakilan Kemensos didampingi Dinsospermasdes, DPUPR Jepara, serta pemborong tengah meninjau kesiapan Sekolah Rakyat pada Jumat (10/7). (DINSOSPERMASDES JEPARA UNTUK RADAR KUDUS)

JEPARA — Sekolah baru, mimpi baru. Pembangunan gedung Sekolah Rakyat di Desa Suwawal Timur, Kecamatan Pakis Aji hampir rampung. Ditarget pada Sabtu (25/7), penyiapan fasilitas dapat tuntas.

Seiring penyelesaian pekerjaan tersebut, jadwal pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sekaligus awal kegiatan belajar mengajar diundur menjadi Jumat (31/7).

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsospermasdes) Kabupaten Jepara, Muh Ali, mengatakan perubahan jadwal tersebut merupakan hasil koordinasi antara Pemda Jepara dengan Kementerian Sosial (Kemensos) RI. 

Sebelumnya, kegiatan belajar mengajar direncanakan dimulai pada Selasa (14/7).

"Setelah kami berkoordinasi dengan Kemensos RI, jadwal masuk dan MPLS Sekolah Rakyat diundur menjadi 31 Juli 2026," ungkap Muh Ali, pada Jumat (10/7).

Ia menjelaskan, pengunduran jadwal dilakukan untuk memastikan seluruh pekerjaan pembangunan gedung dan penyiapan sarana prasarana selesai sebelum siswa menempati sekolah. 

"Target dari pemborong selesai pada 25 Juli 2026. Setelah itu masih ada waktu untuk pembersihan, penataan fasilitas, serta persiapan operasional sebelum siswa masuk," ucapnya.

Menurut Muh Ali, seluruh pihak yang terlibat memantau secara saksama perkembangan pembangunan. Agar target penyelesaian dapat tercapai sesuai jadwal. 

Diharapkan, pelaksanaan MPLS hingga kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung tanpa kendala.

Apalagi sistem Sekolah Rakyat yang berasrama. Membuat para siswa memerlukan proses adaptasi. Masuk ke dalam lingkungan baru dengan membawa mimpi baru, agar dapat meraih kehidupan yang layak.

Di samping menunggu progres pembangunan, proses penerimaan calon siswa Sekolah Rakyat juga terus berjalan. 

Dinsospermasdes bersama Kemsos masih melakukan verifikasi dan finalisasi data, atas calon peserta didik yang menjadi sasaran program pemerintah pusat tersebut. 

Seleksi dilakukan berdasarkan data keluarga, terutama yang masuk desil 1-2 atau dari keluarga miskin dan pra sejahtera.

Ia mengatakan, hasil verifikasi terus diperbarui. Setelah seluruh tahapan selesai, daftar peserta didik yang diterima akan ditetapkan, sebelum pelaksanaan MPLS.

"Kami terus memperbarui data penerimaan siswa bersama Kemensos agar saat sekolah mulai beroperasi, seluruh peserta didik yang ditetapkan sudah siap mengikuti kegiatan belajar," jelasnya.

Muh Ali menyebut, keberadaan Sekolah Rakyat disambut baik. Terutama oleh sejumlah keluarga calon siswa.

Berdasarkan data terakhir, kuota 90 siswa untuk jenjang SMP dan SMA telah terpenuhi. Sedangkan jenjang SD masih kurang setidaknya 24 siswa dari kuota total 90.

“Akan kami penuhi, sebab hal ini ditujukan untuk memberikan akses pendidikan berasrama, bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu,” imbuhnya.

Di samping itu, juga akan terdapat tambahan 75 siswa jenjang SD yang sebelumnya telah menjalani Sekolah Rakyat Percepatan di Balai Latihan Kerja (BLK) Pecangaan.

“Siswa yang sudah menjalani pembelajaran nanti akan dipindah, satu kompleks di gedung SR yang baru di Pakis Aji,” terangnya.

Muh Ali juga menyebut, gedung SR Percepatan yang berada di kompleks BLK Pecangaan akan dimanfaatkan sebagai percepatan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT).

Di tahun ini, SNT di wilayah Jawa Tengah direncanakan hanya dibangun di tiga kabupaten, yaitu Jepara, Cilacap dan Purbalingga.

"Nanti setelah pembangunan Gedung SNT yang juga berdekatan dengan SR rampung, siswa SNT akan dipindah. Ini bagi siswa-siswi yang berprestasi, tidak hanya bagi masyarakat Jepara, tapi Demak, Kudus, Pati dan sekitarnya juga bisa mendaftarkan diri,” pungkasnya.(fik) 

Editor : Ali Mustofa
#Sekolah Nasional Terintegrasi #Investasi pendidikan #SR Jepara #cegah anak putus sekolah #Sekolah Rakyat