Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

Kasus MinyaKita Berbau Solar di Jepara Meluas, Satu Warga Dilaporkan Diare, 8.484 Liter Ditarik

Fikri Thoharudin • Kamis, 2 Juli 2026 | 18:11 WIB
KEMBALIKAN: Proses pengembalian produk MinyaKita yang diduga terkontaminasi solar (BULOG UNTUK RADAR KUDUS)
RETUR: Proses pengembalian produk MinyaKita yang diduga terkontaminasi solar kepada Pemerintah Desa Suwawal Timur.(BULOG UNTUK RADAR KUDUS)

JEPARA — Persoalan dugaan minyak goreng bantuan pangan (Banpang), yang diduga terkontaminasi solar di Jepara belum rampung. 

Di tengah proses penarikan produk, muncul laporan terdapat satu warga mengalami diare. Diduga usai mengonsumsi makanan yang diolah menggunakan produk MinyaKita.

Minyak tersebut merupakan paket Banpang. Masyarakat miskin menerimanya dengan 20 kilogram beras, dan 4 liter minyak goreng dalam kemasan 2 liter per pouch.

Paket tersebut merupakan perhitungan Banpang selama dua bulan. Bulog menjadi pihak penyalurnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jepara Hadi Sarwoko mengatakan, hingga kini laporan kasus yang diterima masih sangat terbatas. 

Berdasarkan penelusuran di Kecamatan Pakis Aji, pihaknya belum menemukan adanya laporan warga yang mengalami diare akibat mengonsumsi makanan yang diolah menggunakan minyak goreng tersebut.

"Untuk Pakis Aji aman," ujarnya, pada Kamis (2/7).

Hadi menjelaskan, laporan yang diterima Dinkes berasal dari Desa Beringin, Kecamatan Batealit. 

Diketahui ada satu warga yang mengalami diare. Namun, hal ini pun perlu penelusuran lebih lanjut.

Baca Juga: https://radarkudus.jawapos.com/jepara/2607010080/8484-liter-minyak-banpang-di-jepara-ditarik-minyak-yang-diduga-bearoma-solar-akan-diganti-produsen

Apakah olahan masakan yang dibuat dengan produk MinyaKita tersebut merupakan faktor tunggal. Hal ini masih menjadi tanda tanya.

"Tadi baru satu orang. Terus dihentikan tidak pakai MinyaKita lagi. Untuk menggoreng satu kali langsung kelihatan hitam (minyaknya, red)," sebutnya.

Dinkes juga telah berkoordinasi dengan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Jepara, untuk pengujian sampel minyak goreng. 

Namun, Hadi menyebut, Labkesda Jepara tidak dapat melakukan pemeriksaan terhadap dugaan kontaminasi tersebut.

"Labkesda Jepara tidak bisa," singkatnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Kartini Jepara dr. Tri menyampaikan, hingga saat ini rumah sakit belum menerima pasien yang didiagnosis mengalami diare.

Utamanya akibat mengonsumsi minyak goreng yang diduga terkontaminasi solar.

"Belum ada pasien dengan kasus diare karena minyak goreng terkontaminasi," sambungnya.

Di sisi lain, Pemerintah Desa Beringin masih menunggu petunjuk teknis, terkait mekanisme pengembalian minyak goreng yang diduga bermasalah. 

Baca Juga: https://radarkudus.jawapos.com/jepara/2607010083/minyak-banpang-berbau-solar-diduga-berbeda-dengan-yang-dijual-di-pasaran-ini-kata-disperindag-jepara

Masyarakat pun masih bingung. Apakah yang dikembalikan cukup kemasan bekas atau produk yang masih utuh.

Sebelumnya, Perum Bulog telah menarik ratusan dus MinyaKita yang dilaporkan berbau solar. 

Hingga Rabu (1/7), Bulog mengaku menerima pengembalian sebanyak 379 dus dan 8 liter dari Desa Suwawal Timur, 299 dus dan 4 liter dari Desa Plajan, Kecamatan Pakis Aji, serta 28 dus dari Desa Slagi. 

Seluruh minyak tersebut akan dikumpulkan, untuk kemudian dikembalikan dan diganti.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, setiap dus berisi enam pouch atau setara 12 liter minyak goreng. 

Dengan demikian, total produk yang ditarik mencapai 706 dus dan 12 liter, atau sekitar 8.484 liter minyak goreng. 

Produk yang ditarik merupakan MinyaKita produksi PT Kusuma Mukti Remaja (KMR), Karanganyar, Jawa Tengah.(fik)

Editor : Mahendra Aditya
#Banpang Jepara #PT KMR Karanganyar #Minyak bau solar #bulog #MinyaKita