Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kesaksian Muzaenah, Gelar Selamatan Usai Temukan Bayi Laki-laki di Sungai SWD I Jepara

Fikri Thoharudin • Selasa, 5 Mei 2026 | 18:43 WIB
MENGHAMPAR: Tempat ditemukan bayi laki-laki pada Selasa (5/5).(FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)
MENGHAMPAR: Tempat ditemukan bayi laki-laki pada Selasa (5/5).(FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)

JEPARA — Keceriaan anak-anak yang sedang bermain layang-layang, berubah menjadi suasana penuh ketegangan.

Semula, sejumlah anak, tengah melayangkan mainan dari kertas dan plastik di sempadan sungai SWD I, pada Selasa (5/5) siang.

Namun tawa dan keasyikan bocah-bocah yang sedang menikmati angin laut di Desa Kedungmalang Kecamatan Kedung tersebut berubah menjadi sunyi.

Mereka melihat seonggok daging yang mengambang di tengah-tengah sungai dengan lebar sekitar 30 meter. Terkena angin dan ombak-ombak kecil, akhirnya menuju ke pinggir.

Saat itulah anak-anak mulai curiga. Bimbang antara bayi atau boneka, anak-anak kemudian mengadukan apa yang dilihat kepada orang-orang tua.

Mereka berlarian, menaiki tanggul sungai, turun ke perkampungan RT 1/RW 1, Desa Kedungmalang.

PEDULI: Muzaenah yang mengangkat bayi dari sungai.
PEDULI: Muzaenah yang mengangkat bayi dari sungai.

Beberapa warga tak menggubris. Namun Muzaenah (72) merasa terpanggil.

Ia pun mangkat ke sempadan sungai, tempat anak-anak melaporkan temuan anehnya.

Sesampainya di lokasi dengan jarak 500 meteran dari rumahnya, ia memastikan daging yang sedang mengambang tersebut.

"Saya dikasih tahu anak-anak yang sedang bermain layangan. Sekitar jam 13.00 lebih sedikit," ungkapnya saat ditemui di rumahnya pada Rabu (5/5) menjelang sore.

Ia awalnya berpikir, antara seonggok manusia atau daging anak kambing yang dibuang ke sungai tersebut.

Memastikan, ia lingkis pakaiannya. Menceburkan diri ke tepi bantaran sungai. Air pun hampir menyentuh lututnya.

Matanya terbelalak. Setelah ia membalikkan tubuh. Ternyata bayi laki-laki, yang area sekitar pusarnya sudah membiru. Bahkan tali pusarnya masih menyatu.

"Tidak berselimut, hanya udo (telanjang, red). Saya angkat, ternyata laki-laki. Awalnya saya kira anak kambing, cempe. Sudah tak bernyawa. Saya selimuti dengan kain, dan saya bawa ke tanggul," ucapnya.

Mata Muzaenah berkaca-kaca. Antara sumringah dan was-was.

Semula warga lain mencegah, supaya menunggu pihak kepolisian saja untuk membawanya.

"Saya berani karena saya tidak mencuri, seandainya ditangkap polisi pun saya tidak bersalah. Bayi laki-laki, seandainya masih hidup saya mau merawatnya," tuturnya.

Tak berselang lama, pihak kepolisian datang. Melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan membawa bayi tersebut.

Waktu ditemukan, kondisinya belum kaku. Masih cenderung lemas.

Tak hanya berhenti di situ, Muzaenah pun pulang. Sontak tanpa pikir panjang ia menamakan bayi laki-laki yang ditemukannya tersebut dengan 'Slamet Mukali'.

"Kasihan kalau tidak dinamai, saya namai itu karena artinya 'bayinya slamet, ditemukan di kali'," terangnya.

Pukul 15.30, suasana sederhana yang sarat makna terasa di rumahnya. Dengan khidmat, selamatan digelar.

Doa-doa Islam dipanjatkan oleh tokoh masyarakat setempat. Nasi urap beserta ugorampe didoakan, sebagai sarana, ditujukan untuk mendoakan bayi laki-laki temuannya.

"Mau bagaimanapun ini manusia, berhak punya nama. Kasihan kalau tidak diberi nama," pungkasnya.(fik)

Editor : Admin
#Kedungmalang #jepara #kedung #penemuan bayi