Hari Jadi Ke-477 Kota Ukir, Kerja Tulus Wujudkan Jepara Mulus

M. Khoirul Anwar • Dipublikasikan Jumat, 10 April 2026 | 13:15 WIB
ILUSTRASI : Bupati Jepara Witiarso Utomo - Wakil Bupati Jepara M. Ibnu Hajar.
ILUSTRASI : Bupati Jepara Witiarso Utomo - Wakil Bupati Jepara M. Ibnu Hajar.

 

MEMASUKI usia ke-477, Jepara tidak sekadar merayakan panjangnya sejarah. Kabupaten ini sedang menegaskan arah pembangunan. Membangun manusia, menguatkan ekonomi, dan menjaga warisan daerah sebagai energi menuju masa depan.

Di bawah kepemimpinan Bupati Jepara Witiarso Utomo dan Wakil Bupati M. Ibnu Hajar, tahun pertama pembangunan periode 2025–2029 menjadi pijakan penting untuk menata lompatan yang lebih besar. Pendidikan, pelayanan dasar, infrastruktur, ekonomi rakyat, hingga budaya dirangkai dalam satu narasi pembangunan yang utuh. Jepara yang makmur, unggul, lestari, dan religius (Mulus).

Jika masa depan Jepara hendak dibangun, maka ruang kelas adalah titik awalnya. Karena itu, Bupati Witiarso Utomo bersama Wakil Bupati M. Ibnu Hajar menempatkan pendidikan sebagai ujung tombak pembangunan daerah. Kualitas sekolah, kesejahteraan guru, dan akses pendidikan tinggi dipandang sebagai investasi strategis untuk melahirkan generasi unggul, berkarakter, religius, dan siap menghadapi tantangan zaman.

Sepanjang 2025, sebanyak 103 satuan pendidikan berhasil direvitalisasi dengan capaian 100 persen, terdiri atas 6 PAUD, 58 SD, dan 39 SMP. Langkah ini memperkuat capaian sektor pendidikan yang sebelumnya juga mencatat seluruh sekolah di Jepara berada dalam kondisi baik.

Komitmen itu berlanjut pada 2026. Sebanyak 199 sekolah kembali diusulkan untuk mendapat program revitalisasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Saat ini, usulan tersebut masih dalam tahap verifikasi.

“Mohon doa restunya agar seluruh pengajuan ini dapat lolos dan memberikan manfaat lebih luas bagi dunia pendidikan di Jepara,” ujar Witiarso Utomo.

Di sisi lain, duet kepemimpinan daerah juga memperkuat kualitas manusia di dalam sekolah. Program Kartu Guru Sejahtera telah menjangkau 10.827 guru dan ditarget meningkat menjadi 18.364 penerima. Sementara Kartu Sarjana Jepara telah memberi akses beasiswa kepada 2.398 siswa dan mahasiswa.

Dari pendidikan inilah Jepara memulai lompatan besar. Menyiapkan generasi, memperkuat ruang belajar, dan membangun masa depan dari manusianya. 

Ekonomi Tumbuh, Fiskal Kuat, Kian Percaya Diri

Lompatan sumber daya manusia membutuhkan fondasi ekonomi yang sehat. Pada titik inilah Jepara menunjukkan kepercayaan dirinya.

Sepanjang 2025, pendapatan daerah menembus Rp 2,61 triliun atau 103,32 persen dari target. Pendapatan asli daerah juga tumbuh 31 persen dibanding tahun sebelumnya, menjadi indikator kuat bahwa ekonomi lokal bergerak dinamis. 

Di bawah arahan Witiarso Utomo–M. Ibnu Hajar, kekuatan fiskal tersebut tidak berhenti sebagai angka. Seluruh capaian diarahkan kembali untuk memperluas manfaat pembangunan: dari revitalisasi sekolah, peningkatan infrastruktur, hingga penguatan UMKM dan lapangan kerja.

Sebanyak 437 usaha mikro berhasil naik kelas. Sementara 12.006 izin usaha diterbitkan, menandakan iklim usaha yang semakin sehat. Di sektor ketenagakerjaan, capaian penempatan tenaga kerja menembus 848,01 persen, menjadi sinyal tumbuhnya peluang kerja yang semakin luas. 

Kekuatan fiskal inilah yang membuat Jepara semakin percaya diri menatap masa depan. Pertumbuhan ekonomi menjadi bahan bakar bagi lompatan pembangunan di sektor lain.

Merawat Warisan, Menjemput Masa Depan

Dari fondasi pendidikan dan ekonomi yang menguat, Jepara bergerak menuju babak berikutnya: memastikan sejarah besar daerah ini menjadi energi untuk masa depan.

Di bawah kepemimpinan Bupati Witiarso Utomo dan Wakil Bupati M. Ibnu Hajar, pembangunan modern Jepara tetap berpijak pada identitasnya sebagai kota ukir, daerah maritim, pusat budaya, dan ruang tumbuh industri kreatif.

Kunjungan museum yang melampaui target, promosi wisata yang aktif, serta geliat ekonomi kreatif menjadi penanda bahwa sejarah tidak hanya dijaga, tetapi dihidupkan sebagai kekuatan pembangunan baru. 

Di saat yang sama, revitalisasi sekolah, penguatan SDM, dan pertumbuhan ekonomi rakyat menjadi jembatan agar generasi baru Jepara mampu membawa nama besar daerah ini lebih jauh.

“Jepara punya sejarah besar dan potensi luar biasa. Tugas kita adalah memastikan warisan itu menjadi kekuatan untuk masa depan,” kata Witiarso.

Hari Jadi ke-477 menjadi penegasan bahwa Jepara tidak hanya merawat masa lalu, tetapi juga menyiapkan generasi penerus untuk membawa warisan itu menuju masa depan yang lebih maju.

Editor : Support
muhammad ibnu hajar jepara bupati witiarso utomo hari jadi