Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Hari Jadi ke-477 Jepara, Bibit Alpukat hingga Parijotho Hiasi Pendapa RA Kartini

M. Khoirul Anwar • Rabu, 8 April 2026 | 18:27 WIB


 

BERKESAN: Bibit parijotho dan sawo beserta ucapan selamat Hari Jadi Jepara menghiasi kawasan Pendapa Jepara.
BERKESAN: Bibit parijotho dan sawo beserta ucapan selamat Hari Jadi Jepara menghiasi kawasan Pendapa Jepara.

 
JEPARA – Suasana Rabu sore (8/4/2026) di kawasan Pendapa Kabupaten Jepara terasa berbeda menjelang puncak Hari Jadi ke-477 Jepara. Jika biasanya ucapan selamat identik dengan papan bunga, kali ini sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) memilih mengirim bibit tanaman produktif dan endemik sebagai simbol kepedulian lingkungan.

Bibit-bibit kiriman ucapan itu tertata rapi di sebelah utara Pendapa Jepara. Di antaranya, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Jepara yang mengirim bibit kelengkeng dan alpukat.

Kepala Disdukcapil Jepara Fery Yudha A. D. menyampaikan, pilihan bibit tanaman tersebut menjadi simbol harapan agar Hari Jadi Jepara tidak hanya semarak secara seremoni, tetapi juga meninggalkan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan.

Sementara itu, Bappeda Jepara mengirim bibit parijotho, tanaman endemik Pegunungan Muria yang telah lama dikenal sebagai ikon hayati khas kawasan Muria. Adapun Dinas Lingkungan Hidup Jepara turut menyampaikan ucapan selamat dengan bibit sawo.

Kehadiran bibit parijotho menjadi perhatian tersendiri. Tanaman khas Muria ini dikenal sebagai flora endemik yang memiliki nilai budaya sekaligus ekologis, sehingga selaras dengan semangat pelestarian lingkungan dalam peringatan Hari Jadi Jepara.

LESTARI: Bibit kelengkeng dan alpukat kiriman dari Disdukcapil Jepara.
LESTARI: Bibit kelengkeng dan alpukat kiriman dari Disdukcapil Jepara.

 

Meski demikian, nuansa ucapan selamat tetap terlihat. Sejumlah masyarakat dari unsur swasta, instansi, hingga lembaga lain masih mengirimkan papan karangan bunga yang berjejer di bagian depan Pendapa.

Menjelang senja, suasana di depan Pendapa semakin hidup dengan alunan gamelan yang mengiringi geladi bersih prosesi kirab Luwur dan Sendratari Ratu Kalinyamat dan. Puluhan penari tampak berlatih bersama para pelaku seni dan pelajar.

Sorotan cahaya matahari yang perlahan memudar menambah kesan dramatis pada latihan tersebut, termasuk saat sosok pemeran Ratu Kalinyamat menunggang kuda melintasi halaman depan pendapa. Total ada sekitar 70 orang pelaku seni dan pelajar yang terlibat dalam prosesi kirab budaya itu.

Bupati Jepara Witiarso Utomo bersama Wakil Bupati M. Ibnu Hajar dan jajaran kepala dinas juga menyempatkan meninjau langsung jalannya geladi bersih.

Rencananya, prosesi kirab Hari Jadi ke-477 Jepara akan digelar mulai Kamis (9/4/2026) pukul 13.00 WIB, dengan rute dari depan Pendapa Jepara menuju Makam Sultan Hadlirin–Ratu Kalinyamat di Mantingan.

Kirab budaya tersebut menjadi salah satu rangkaian utama peringatan hari jadi yang tidak hanya menghadirkan kekayaan seni tradisi, tetapi juga memperkuat ingatan kolektif masyarakat terhadap sejarah besar Jepara.

 

Editor : Admin
#parijotho Muria #kirab Ratu Kalinyamat #hari jadi jepara #disdukcapil jepara #pendapa jepara