JEPARA — Deretan perahu nelayan tampak bersandar, di tambatan yang baru selesai dibangun di pesisir Desa Bumiharjo, Kecamatan Keling.
Sejumlah bangunan anyar juga telah terbangun. Menjadi satu kompleks perkampungan dengan berbagai fasilitas.
Lanskap tersebut membuat Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, mengangguk-angguk, tampak puas, dalam kunjungannya pada Jumat (6/3).
Setibanya di lokasi pada pukul 09.45, ia menyusuri satu per satu, fasilitas di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Menteri Kelautan dan Perikanan itu datang didampingi Bupati Jepara Witiarso Utomo, Wakil Bupati M Ibnu Hajar serta sejumlah jajaran.
Mereka meninjau fasilitas yang dibangun pemerintah pusat, untuk menunjang aktivitas nelayan.
Mulai dari cold storage portabel, pabrik es, tambatan perahu, kios pelelangan ikan, hingga fasilitas docking kapal nelayan.
Trenggono terlihat beberapa kali berhenti untuk memastikan dan menanyakan fungsi fasilitas tersebut.
Menurutnya, sarana yang tersedia di KNMP Bumiharjo sudah cukup lengkap dan sesuai dengan kebutuhan nelayan.
“Saya ke sini baru pertama kali. Ini bagian dari rangkaian kunjungan saya setelah dari NTT, NTB, Jawa Timur sampai DIY. Jepara ini daerah di utara yang menurut saya cukup bagus. Fasilitasnya hampir mendekati sempurna,” ujarnya.
Ia menjelaskan, fasilitas seperti pabrik es, cold storage, tambatan perahu hingga docking kapal, merupakan sarana produksi yang sangat dibutuhkan nelayan. Utamanya agar kualitas hasil tangkapan tetap terjaga.
Satu fasilitas yang menurutnya masih perlu dilengkapi ialah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN).
“Idealnya ada SPBN. Kami buka kesempatan bagi siapa pun, termasuk koperasi desa,” kata dia.
Menurutnya, pembangunan KNMP, bertujuan meningkatkan produktivitas nelayan.
Dengan fasilitas produksi yang lengkap, biaya operasional bisa ditekan dan hasil tangkapan dapat ditangani dengan lebih baik.
“Harapannya nelayan bisa lebih sejahtera. Ikan dari sini juga bisa tetap sehat dan kualitasnya terjaga,” ujarnya.
Secara nasional, Kementerian Kelautan dan Perikanan menargetkan pembangunan sekitar seribu KNMP tahun ini.
Nilai pembangunan setiap kawasan bervariasi. Mulai dari sekitar Rp 11 miliar hingga Rp 22 miliar, tergantung kelengkapan fasilitas.
Di Bumiharjo, kawasan KNMP dibangun di lahan sekitar 2,5 hektare.
Nantinya pengelolaan fasilitas tersebut akan dilakukan oleh Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), agar dapat langsung dimanfaatkan oleh masyarakat nelayan.
Ia menyebutkan dukungan pemerintah pusat kepada masyarakat pesisir maupun kepulauan terus dilakukan.
"Karimunjawa pun sama. Disesuaikan secara tematik. Jika nelayan di sana budidaya misalnya rumput laut, ya kami koordinasi dengan pak Bupati. Kami dukung. Begitupun dengan ini, nelayan tangkap kami dukung," jelasnya.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Jepara Muh Tahsin mengatakan konsep KNMP memang dirancang sebagai pusat aktivitas nelayan.
Selain tempat sandar kapal, kawasan ini juga menjadi lokasi pelelangan ikan, penyimpanan hasil tangkapan, hingga perawatan kapal.
“Kalau semua fasilitas ini berjalan, beban operasional nelayan bisa berkurang. Es tersedia, tempat sandar ada, docking kapal juga ada,” jelasnya.
Beberapa fasilitas masih dalam tahap penyempurnaan, termasuk pemasangan winch dock pada area docking kapal.
“Yang menjalankan KDMP. Ini sudah mulai menghidupkan unit yang mereka kelola. KNMP menjadi hilirisasi dan penyangga ekonomi, masyarakat yang berdekatan bisa bersinergi,” ucapnya.
Sementara itu, bagi para nelayan, keberadaan KNMP membawa harapan baru di tengah tantangan melaut yang tidak selalu mudah.
Suyatmin (50), nelayan asal Pantai Empu Rancak yang turut hadir di KNMP Bumiharjo, mengatakan selama ini salah satu kendala terbesar ialah musim angin baratan yang membuat nelayan sulit melaut.
“Kalau ombak baratan, sering tidak bisa melaut. Sudah sejak akhir tahun kemarin,” ujarnya.
Biasanya ia bersama nelayan lain berangkat melaut sekitar pukul 15.00 WIB dan kembali pada dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Hasil tangkapan yang didapat umumnya berupa ikan tongkol dan tenggiri.
Menurutnya, keberadaan fasilitas seperti tambatan perahu, pabrik es, dan tempat pelelangan bisa membantu nelayan.
“Kalau ada tempat seperti ini ya bagus. Nelayan jadi lebih terbantu,” ujarnya.
Sedangkan, Ketua Kopdes Merah Putih Bumiharjo Zainal Anis menyebutkan pihaknya tengah mengusulkan anggaran hingga Rp 1 miliar.
Dana tersebut dibutuhkan untuk menjalankan perputaran dari seputar aktivitas nelayan, dari hulu sampai hilir.
“Termasuk pabrik es. Di sini alatnya sudah ready, bisa memproduksi 3 ton per hari. Ini akan sangat membantu, termasuk dengan adanya cold storage,” katanya.
Pihaknya berharap, KNMP juga dapat menjadi bagian dari pengembangan dan dukungan ekonomi kerakyatan.
“Kalau di sini, tangkapan ikan bisa sampai 2 ton perhari. Kirim biasanya ke Tuban, Bali, ataupun Jakarta. Kalau operasional KNMP sudah mulai berjalan, KDMP akan memberdayakan warga sekitar. Bisa menambah kapal juga, supaya tangkapan ikan semakin melimpah,” pungkasnya.(fik)
Editor : Ali Mustofa