PEKALONGAN – Dekranasda Kabupaten Jepara melakukan langkah strategis dengan menjajaki kerja sama penguatan UMKM bersama Pemerintah Kota Pekalongan, Senin (24/2/2026).
Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Ketua Dekranasda Jepara, Laila Saidah Witiarso, sebagai upaya mempercepat transformasi pengelolaan industri kreatif di Kabupaten Jepara.
Rombongan pertama kali mengunjungi Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Pekalongan untuk mempelajari sistem pembinaan UMKM, tata kelola galeri, serta strategi pemasaran produk kerajinan.
Dalam pertemuan tersebut, Laila menekankan pentingnya adopsi sistem kurasi modern, pembinaan berkelanjutan, dan penguatan sinergi lintas sektor.
“Kami ingin membangun galeri yang profesional, adaptif terhadap tren pasar, dan mampu menjadi etalase produk unggulan Jepara,” ujarnya.
Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Dekranasda Kota Pekalongan.
Di lokasi ini, rombongan mendapat paparan langsung dari Wismo Aditiyo, selaku Plt. Kepala Dinas sekaligus Ketua Harian Dekranasda.
Wismo menyampaikan bahwa sepanjang 2025, omzet penjualan produk UMKM binaan mencapai Rp123.553.500 dengan total 185 pelaku usaha aktif.
Capaian tersebut didukung oleh program pelatihan digital marketing, pengembangan kemasan, ecoprint, industri ramah lingkungan, hingga promosi melalui pameran nasional.
Menurut Laila, pengalaman Pekalongan menjadi referensi penting bagi Jepara untuk memperkuat branding produk, memperluas pasar digital, dan meningkatkan nilai tambah kerajinan lokal.
“Kami ingin membawa praktik baik ini ke Jepara agar UMKM semakin siap bersaing di tingkat regional maupun nasional,” katanya.
Melalui kolaborasi ini, Dekranasda Jepara berharap dapat membangun ekosistem UMKM yang lebih terstruktur, inovatif, dan berkelanjutan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.
Editor : Ali Mustofa