Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ketika NU Mengelola MBG, Siapa Menjadi Penyambung Suara Warga?

A
Penulis: Admin❯
IKUT JADWAL SEKOLAH: Pekerja di SPPG Rendeng, Kota, Kudus, proses packing menu MBG baru-baru ini. (INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS)
IKUT JADWAL SEKOLAH: Pekerja di SPPG Rendeng, Kota, Kudus, proses packing menu MBG baru-baru ini. (INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS)

Advertisement

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejak awal diluncurkan membawa cita-cita yang mulia. Tidak ada masyarakat yang menolak anak-anak mendapatkan makanan bergizi. Tidak ada warga yang menginginkan generasi masa depan mengalami stunting atau kekurangan gizi.

Namun dalam praktiknya, di banyak daerah muncul kegelisahan yang tidak bisa begitu saja dianggap sebagai penolakan terhadap pemerintah.

Sebagian masyarakat mempertanyakan kualitas menu yang diterima. Ada laporan makanan tidak habis dikonsumsi, sebagian terbuang, variasi menu dinilai kurang memenuhi harapan, sementara di saat yang sama masyarakat menyaksikan berbagai sektor lain masih membutuhkan anggaran besar, mulai pendidikan, kesehatan, irigasi pertanian, jalan desa, hingga pemberdayaan UMKM.

Advertisement

Perdebatan kemudian bergeser bukan lagi soal tujuan MBG, melainkan soal efektivitas penggunaan anggaran negara.

Kegelisahan masyarakat semakin bertambah ketika berbagai unsur Nahdlatul Ulama mulai terlibat dalam pengelolaan MBG, dan forum-forum organisasi menyatakan dukungan terhadap program tersebut.

Bagi sebagian warga NU kultural, muncul pertanyaan yang sangat sederhana.

Advertisement

"Kalau NU ikut menjadi pelaksana program pemerintah, kepada siapa kami menyampaikan kritik ketika program itu tidak berjalan sebagaimana mestinya?"

Pertanyaan ini bukan bentuk permusuhan kepada NU.

Justru lahir dari rasa memiliki terhadap NU.

Selama hampir satu abad, NU dikenal bukan hanya sebagai organisasi keagamaan, tetapi juga benteng moral masyarakat. Banyak warga merasa para kiai adalah tempat mengadu ketika rakyat kecil menghadapi persoalan sosial maupun kebijakan negara.

Advertisement
Editor : Support

Artikel Terkait

Gubernur Jateng dan Bupati Kudus Salurkan BLT DBH CHT kepada Buruh PT Djarum SKT Karangbener

Gubernur Jateng dan Bupati Kudus Salurkan BLT DBH CHT kepada Buruh PT Djarum SKT Karangbener

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyalurkan BLT DBH CHT kepada buruh PT Djarum SKT Karangbener, Kudus. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi para pekerja.

Kisah Cinta DJ Una dan Andi Agum: Dari Alasan Hapus Foto hingga Siap Menuju Pernikahan

Kisah Cinta DJ Una dan Andi Agum: Dari Alasan Hapus Foto hingga Siap Menuju Pernikahan

Berawal dari pesan DM dengan alasan meminta foto dihapus, Andi Agum berhasil memenangkan hati DJ Una. Setelah empat bulan menjalani pendekatan serius, keduanya kini resmi bertunangan dan siap menuju pernikahan.

Weton Senin Pahing 29 Juni 2026 Lengkap! Karakter, Rezeki, Wuku Langkir hingga Hari Baik Menurut Primbon Jawa

Weton Senin Pahing 29 Juni 2026 Lengkap! Karakter, Rezeki, Wuku Langkir hingga Hari Baik Menurut Primbon Jawa

Kalender Jawa Senin Pahing 29 Juni 2026 bertepatan dengan 13 Sura 1960 dan Wuku Langkir. Dalam tradisi Jawa, weton ini dipercaya membawa rezeki melimpah, namun ada pantangan untuk sejumlah aktivitas penting.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer