Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Akibat Baratan, Aktivitas Pelayaran Jepara Rentan Tersendat

M. Khoirul Anwar • Kamis, 22 Januari 2026 | 08:53 WIB

ILUSTRASI
ILUSTRASI


JEPARA — Sejumlah kapal tampak berhenti bergerak di perairan sekitar Pulau Panjang, Rabu (21/1).

Bukan karena antre sandar, melainkan memilih berlindung dari angin baratan yang kembali menguat.

Di daratan, dampaknya langsung terasa: penyeberangan ke Karimunjawa terhenti, dan arus logistik laut ikut melambat.

Gangguan pelayaran terjadi seiring belum meredanya musim angin baratan di perairan Jepara. Pada hari itu,

KMP Siginjai dan kapal cepat Express Bahari dipastikan tidak beroperasi hingga Kamis (22/1).

Selain itu, sedikitnya tiga kapal lintas pulau memutuskan mencari perlindungan di sekitar Pulau Panjang demi keselamatan awak dan muatan.

Kepala Stasiun Radio Pantai (SROP) Jepara, Edi Pitono, menyebut kapal yang berlindung tersebut antara lain TB Buana Centuri, TB Indo Pacific 02 dengan rute Banjarmasin–Semarang, serta KM Asia Raya yang berlayar dari Semarang menuju Merauke. Total terdapat 35 awak kapal (ABK) dari ketiga armada tersebut.

Menurut Edi, TB Buana Centuri sejatinya hendak mengevakuasi tongkang yang kandas di sekitar Wedung, namun cuaca memaksa kapal menghentikan pergerakan.

Sementara KM Asia Raya sudah berada di depan dermaga, dan TB Indo Pacific memilih mengarah ke perairan Pulau Panjang untuk berlindung.

“Hari ini terbilang ramai, ada tiga kapal yang meminta perlindungan,” ujarnya.

Kondisi ini bukan kejadian tunggal. Edi menjelaskan, angin baratan yang terjadi saat ini merupakan fase keempat.

Jika pada fase sebelumnya gelombang masih relatif aman, baratan kali ini lebih terasa dengan kecepatan angin rata-rata mencapai 20,3 knot atau sekitar 37,59 kilometer per jam.

Dalam situasi seperti ini, kapal bisa berlindung berhari-hari, bahkan hingga satu minggu, menunggu cuaca membaik.

Pulau Panjang kembali memainkan peran penting sebagai titik aman pelayaran.

Letaknya yang mampu menahan hempasan angin dan gelombang dari arah barat menjadikannya lokasi favorit kapal untuk berlindung.

Namun ketergantungan ini sekaligus menunjukkan kerentanan sistem pelayaran Jepara yang sangat dipengaruhi kondisi cuaca musiman.

Selama angin baratan belum benar-benar mereda, aktivitas pelayaran Jepara.

Mulai penyeberangan penumpang, distribusi logistik, hingga operasi kapal niaga, akan terus berada dalam posisi menunggu. (fik/war)

Editor : Ali Mustofa
#angin #jepara #berita jepara hari ini #kapal #baratan #perairan #Berlindung #berita jepara #Pulau Panjang #jepara hari ini #cuaca #Ekstrem