JEPARA — Anak muda turut tampil dalam serangkaian persiapan Natal 2025. Di Gereja Katolik Paroki Stella Maris Jepara misalnya, mereka dilibatkan untuk menyukseskan rangkaian perayaan tahun ini.
Keterlibatan tersebut tampak sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan ibadah dan kegiatan pendukung, yang telah dimulai sekitar dua pekan lalu dengan penuh antusiasme.
Wakil Ketua Panitia Natal, Stefani Gita Cakti, menyampaikan bahwa semangat kaum muda menjadi energi tersendiri dalam menyambut Hari Raya Natal.
Mulai dari penataan ornamen, hingga pendampingan kegiatan anak dan remaja, semuanya dikerjakan secara gotong royong.
Rangkaian perayaan diawali dengan Malam Vigili Natal pada Rabu (24/12) sebagai Misa Malam Natal. Momen ini menyambut kelahiran Yesus Kristus melalui ibadah khusus yang sarat doa, renungan, dan sukacita, sekaligus menandai berakhirnya masa Adven.
“Tahun ini kami melaksanakan dua kali Misa Perayaan Ekaristi pada Vigili Natal atau malam Natal,” ujar Stefani.
Selain itu, perayaan dilanjutkan dengan Misa Natal pada Kamis (25/12) pagi pukul 08.00 WIB, yang terbuka untuk umum.
Usai Misa Natal pagi, panitia juga menyiapkan perayaan Natal khusus anak dan remaja.
Kegiatan ini dirancang untuk menghadirkan suasana gembira dan edukatif, agar nilai-nilai Natal dapat ditanamkan sejak dini kepada generasi penerus gereja.
Stefani menjelaskan, secara liturgi Perayaan Ekaristi tidak mengalami perbedaan dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, yang membedakan adalah tema dan ornamen Natal.
Tahun ini, mengangkat tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga.”
“Tema Natal tahun ini menekankan harapan agar kehadiran Tuhan Yesus membawa keselamatan dan kasih bagi keluarga,” katanya.
Melalui tema tersebut, umat diajak merefleksikan peran keluarga sebagai fondasi utama dalam membangun kasih dan persaudaraan.
Ia menambahkan, setiap keluarga diharapkan dapat menjadi terang, tidak hanya bagi lingkungan sekitar, tetapi juga bagi masyarakat dan dunia.
Terlebih di tengah berbagai bencana dan tantangan kehidupan, persatuan keluarga diyakini mampu menghadirkan harapan dan kekuatan.
Dari sisi visual, ornamen Natal tahun ini juga berbeda, menyesuaikan kreativitas panitia.
Penataan ornamen di area gereja sepenuhnya diserahkan kepada tim yang sebagian besar melibatkan kaum muda, sehingga menghadirkan nuansa segar namun tetap sarat makna rohani.
Pada perayaan Natal anak, panitia menyiapkan kehadiran Sinterklas yang akan membagikan hadiah kepada anak-anak. Diperkirakan sekitar 300 hingga 500 umat akan mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh sukacita.
Selain itu, Goa Natal turut menjadi daya tarik tersendiri. Di dalamnya terdapat patung Maria, Yesus, dan Yusuf, dilengkapi simbol domba serta patung pendukung lainnya.
Ciri khas goa Natal tetap dipertahankan, yakni bintang paling terang yang melambangkan penuntun jalan menuju kelahiran Sang Juru Selamat.
Desain goa merepresentasikan miniatur dari adegan kelahiran Yesus Kristus di Betlehem, yang menjadi tradisi penting dalam perayaan Natal.
Disebutkan dalam prosesi perarakan Bayi Yesus dijadwalkan berlangsung pada Rabu (24/12) pukul 18.00 WIB.(fik)
Editor : Ali Mustofa