Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Bupati Jepara Witiarso Utomo Soroti Abrasi Bandengan, Minta Dukungan Pusat untuk Penanganan Menyeluruh

M. Khoirul Anwar • Rabu, 3 Desember 2025 | 03:48 WIB

 

ABRASI: Bupati Jepara Witiarso Utomo didampingi OPD meninjau lokasi gerusan air laut di Pantai Prawean.
ABRASI: Bupati Jepara Witiarso Utomo didampingi OPD meninjau lokasi gerusan air laut di Pantai Prawean.

JEPARA — Program Bupati Ngantor di Desa kembali digelar pada Selasa (2/12), kali ini menyasar Desa Bandengan, Kecamatan Jepara. Seharian penuh Bupati Jepara Witiarso Utomo berkegiatan di area wisata Pantai Prawean, bertemu warga, pelaku seni, hingga komunitas ekonomi kreatif.

Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah anggota DPRD Jepara dari berbagai fraksi, di antaranya Agus Sutisna, Pratikno, Fauzi, Farah Elfirajun, Khoirul, dan Nur Osel, yang menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan budaya dan pariwisata daerah.

Soroti Abrasi: “APBD Kami Terbatas, Perlu Dukungan Pusat”

Dalam kunjungannya, Bupati Witiarso kembali menyinggung persoalan abrasi yang sejak beberapa tahun terakhir menggerus kawasan pesisir Jepara, termasuk wilayah Bandengan.

Menurutnya, penanganan abrasi membutuhkan biaya besar dan tidak bisa hanya mengandalkan APBD.

“Anggaran daerah sangat minim. Penanganan abrasi sudah kami ajukan ke pemerintah pusat agar dapat porsi pendanaan memadai,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa upaya penanganan harus dilakukan menyeluruh, tidak parsial, agar kawasan wisata pesisir dapat kembali tumbuh.

Kembangkan Wisata Malam Berbasis Budaya Lokal

Bupati Witiarso juga menerima berbagai aspirasi warga terkait pengembangan wisata malam di Pantai Prawean. Mulai dari usulan penambahan lampu, penguatan infrastruktur, hingga sarana pendukung kegiatan seni dan budaya.

“Warga mengusulkan agar kawasan pantai dihidupkan pada malam hari. Kami berharap kesenian dan budaya lokal dapat menopang pengembangan wisata daerah,” ujarnya.

Bandengan disebut memiliki ruang besar untuk bertumbuh sebagai pusat aktivitas wisata malam tanpa menghilangkan karakter lokalnya.

Kunjungi Sentra Ekonomi Kreatif dan Sanggar Bambu

Usai agenda utama, rombongan melanjutkan silaturahmi ke tokoh masyarakat, meninjau batik di LPK Catha Cara, dan berkunjung ke Sanggar Carang Pakang—sentra produksi kerajinan bambu dan musik tradisi.

Di sanggar tersebut, berbagai alat musik bambu diproduksi dan telah dipasarkan hingga luar daerah.

Konektivitas Darat–Laut Terus Diperkuat

Bupati menyebut penguatan konektivitas tetap menjadi prioritas. Setelah program Bunga Desa Jilid II memberikan dampak positif, Pemkab kini menargetkan peningkatan jalur darat dan laut.

Darat: layanan jeep wisata dengan paket short, medium, hingga long trip (Rp 300 ribu–Rp 1 juta).

Laut: jalur wisata perahu menuju Sekuro dan destinasi lain.

Selain Bandengan, Pemkab juga menata kawasan Mulyoharjo agar kembali mengangkat geliat wisata dan seni budaya.

“Membangun Jepara berarti membangun desa. Ketika desa berkembang, daerah akan terbangun otomatis,” tegasnya.

Camat Jepara: Jepara Punya Paket Lengkap—Gunung dan Laut

Camat Jepara, Arif Budiyanto, menilai pesisir Jepara dapat menjadi paket wisata komplit jika disinergikan dengan kawasan pegunungan seperti Tempur.

Saat ini telah tersedia paket wisata Rp 800 ribuan dari Pantai Prawean menuju Tempur dengan durasi hampir seharian.

Namun Arif menilai promosi masih kurang.

“Wisatawan luar Jepara perlu tahu bahwa kita punya paket lengkap. Komunikasi dengan komunitas jeep, operator wisata, hingga hotel sudah ada, tinggal diperkuat,” ujarnya.

Ia menambahkan pentingnya peningkatan kapasitas SDM, baik komunitas jeep maupun pokdarwis, agar mampu melayani wisatawan dengan lebih profesional, termasuk turis asing. (fik/war)

Editor : Mahendra Aditya
#Bandengan #jeep #wisata #jepara #bupati jepara #witiarso utomo #malam #abrasi #pantai