Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Pupuk Kecintaan terhadap Laut, Warga Desa Kemujan Adakan Perlombaan Kano untuk Anak-Anak

Fikri Thoharudin • Senin, 10 November 2025 | 00:30 WIB
ANTUSIAS: Anak-anak tengah mengikuti lomba bermain kano.
ANTUSIAS: Anak-anak tengah mengikuti lomba bermain kano.

JEPARA - Suasana Pantai Bunga Jabe di Desa Kemujan, Kecamatan Karimunjawa, tampak lebih ramai dari biasanya, pada Jumat (7/11) dan Minggu (9/11). 

Gelak tawa anak-anak dan suara dayungan kano terdengar bersahut-sahutan di antara riak ombak kecil. Di bawah langit biru cerah, sejumlah pihak berlomba bermain kano, menembus perairan dangkal pantai yang jernih.

Itulah semarak perlombaan kano sebagai ajang rekreasi sekaligus pelatihan mental dan fisik bagi anak-anak dan warga sekitar Desa Kemujan agar lebih mencintai laut.

Kegiatan tersebut diikuti oleh puluhan peserta, terdiri dari anak-anak maupun peserta dewasa. Baik warga lokal maupun wisatawan yang sedang berlibur di Karimunjawa.

Perlombaan dibagi dalam beberapa kategori, dengan jarak tempuh 100 meter di perairan yang relatif aman dan dangkal.

"Air di sini dangkal, pasang tertinggi saja hanya sekitar satu meter. Jadi aman sekali untuk anak-anak yang baru belajar mendayung kano,” jelas David Burhan, penggiat wisata sekaligus Pengelola Bunga Jabe yang juga menjadi penggagas kegiatan tersebut.

Opick sapaan akrabnya menuturkan, ide lomba ini berawal dari keinginannya mengenalkan olahraga air yang seru dan edukatif bagi anak-anak. 

Selain mengasah kemampuan berenang, bermain kano juga melatih fokus, keseimbangan, ketangkasan, dan daya tahan fisik.

“Kano ini olahraga yang butuh keseimbangan dan fokus tinggi. Kalau tidak konsentrasi, bisa saja terbalik. Jadi anak-anak belajar mengendalikan diri dan tidak mudah panik di air,” ujarnya.

Selain menjadi ajang olahraga, lomba ini juga dimaksudkan untuk menumbuhkan kecintaan terhadap laut dan lingkungan. 

Anak-anak diajak memahami bahwa pantai—laut bukan hanya tempat bermain, tetapi juga sumber kehidupan yang harus dijaga.

Menurut Opick, lomba ini juga menjadi bagian dari upaya Pokdarwis Karang Tangguh untuk menghidupkan kembali tradisi lomba laut yang pernah populer di masa lampau.

Dulu, warga sering mengadakan tarik tambang sampan dan lomba ketangkasan perahu sebagai hiburan rakyat. Kini, kegiatan itu dikemas kembali dalam bentuk yang lebih modern dan menarik bagi generasi muda.

"Dulu lomba yang paling ramai itu tarik tambang sampan atau lomba ketangkasan sampan. Sekarang kami coba hidupkan lagi dengan kano, biar anak-anak punya kegiatan yang positif di laut," ucapnya.

Ke depan, ia berharap kegiatan seperti ini bisa menjadi agenda tahunan dan masuk dalam kalender Desa Kemujan. 

Selain menjadi wadah pembinaan olahraga air, event ini juga berpotensi menarik minat wisatawan untuk datang ke Pantai Bunga Jabe.

"Saya ingin event ini berlanjut setiap tahun. Selain untuk olahraga, ini juga bisa jadi daya tarik wisata. Kalau rutin dilakukan, bisa sekalian mempromosikan destinasi wisata keluarga yang aman dan edukatif," tambahnya.

Para peserta tampak antusias mengikuti lomba, terutama anak-anak yang baru pertama kali mencoba mendayung kano. Mereka saling menyemangati dan tertawa ketika kano oleng atau tersangkut ombak kecil. Suasana kekeluargaan begitu terasa.

Bagi warga Kemujan, kegiatan ini bukan sekadar lomba, melainkan juga bentuk kebersamaan dan semangat menjaga warisan bahari. Melalui lomba kano, generasi muda diajak mengenal laut dengan cara yang menyenangkan, sambil belajar keberanian, sportivitas, dan tanggung jawab.

Seiring matahari merangkak naik dan yang mulai condong ke barat, deru dayung terakhir terdengar di permukaan air. Sorak-sorai penonton pecah ketika pemenang lomba kano tercepat melintasi garis finis. 

Di tepian pantai, Opick bersama para pengurus Pokdarwis tersenyum puas melihat antusiasme warga.

“Bagi kami, yang penting bukan siapa yang menang. Tapi bagaimana anak-anak bisa tumbuh berani, tangkas, dan mencintai laut mereka sendiri,” tandasnya.(fik)

Editor : Mahendra Aditya
#jepara #karimunjawa #kano