JEPARA – Setelah 29 tahun menapaki jalan panjang pendidikan dan pengabdian, akhirnya langkah Tafrikan, kembali menjejak di tempat yang dahulu menanamkan nilai dan semangat padanya, MTsN 1 Jepara.
Kini, perjalanan itu berputar kembali, bukan sekadar sebagai alumni, melainkan untuk mengabdi sepenuh jiwa raga demi madrasah yang telah membentuk pondasi hidup dan keyakinannya.
Sejak awal mengabdi di dunia pendidikan madrasah pada tahun 2004, ia menanamkan komitmen yang tak pernah pudar, mendahulukan kepentingan madrasah di atas kepentingan pribadi, serta berusaha profesional menjalankan setiap amanah dari pimpinan dengan optimal.
Prinsip sederhana itu menjadi pijakan langkah dalam setiap tugas yang diemban.
"Bagi saya, setiap proses yang dilakukan dengan niat baik karena Allah, pasti akan berakhir dengan hasil yang baik. Saya meyakini, khunudzon terhadap setiap qodho’ dan qodar Gusti Allah adalah jalan menuju kebaikan abadi," ucapnya Selasa (4/11).
Selama puluhan tahun menjadi bagian dari MAN 1 Jepara, ia turut membangun ekosistem pendidikan yang berorientasi pada mutu dan karakter.
Dalam perjalanan itu, ia sempat mengemban sejumlah amanah tambahan, tiga tahun sebagai kepala perpustakaan, tiga tahun staf kurikulum, dan 15 tahun sebagai Wakamad Bidang Kurikulum.
Dari ruang kelas hingga manajemen, dari bimbingan siswa hingga inovasi pembelajaran, semua dijalani dengan semangat kolaboratif.
Karakter pribadinya mencerminkan sosok pendidik sejati, pembelajar cepat, lebih mengutamakan kerja sama daripada individualitas, selalu berusaha mendengar sebelum bertindak, mudah tersenyum dan menyapa siapa pun, serta senantiasa siap menghadapi tantangan baru di dunia pendidikan.
Ia juga dikenal sebagai sosok yang gemar memotivasi anak didik, menumbuhkan semangat belajar dengan pendekatan yang hangat namun tegas.
Kini, ia tengah melatih diri untuk menjadi lebih tegas, demi menunaikan amanah baru yang menanti. Sebagai Kepala MTs Negeri 1 Jepara.
Menurutnya, dalam perjalanan panjangnya, tak sedikit sosok yang turut berjasa membentuk karakter dan semangat pengabdiannya.
Di antaranya satunya ialah Drs. H. Ahmad Rif’an, M.Ag, guru sekaligus kepala madrasah MAN 1 Jepara saat ini, yang dikenal menanamkan nilai-nilai islami, berpikir proses, dan berani berinovasi.
Selain itu, para kepala madrasah sebelumnya — Drs. H. Abdul Khamid, M.Ag; Drs. H. Suprapto, M.Pd; dan Drs. H. Amiruddin Aziz, M.Pd — turut memberikan warna dalam bidang akademik dan manajerial.
Ia pun turut mengapresiasi seluruh guru dan tenaga kependidikan MAN 1 Jepara yang menjadi keluarga perjuangan selama dua dekade lebih.
Kini, saat kembali ke MTsN 1 Jepara, ia membawa semangat baru untuk berproses dan tumbuh bersama.
Komitmen ke depan telah dirancang dengan matang seperti mempertahankan seluruh hal baik yang telah berjalan.
Menjadi kepala madrasah dengan kepribadian yang adaptif, responsif, dan bijak terhadap perkembangan teknologi di madrasah.
Melakukan pemetaan potensi unggul guru dan tenaga kependidikan, serta menumbuhkan mindset baru dalam mengajar, mendidik, dan memberi keteladanan.
Menguatkan karakter islami dan jiwa kepemimpinan peserta didik.
Mendorong tumbuhnya prestasi melalui proses yang sinergis di MTsN 1 Jepara.
Mengokohkan keterpaduan Madrasah Unggulan — MIN 2 Jepara, MTsN 1 Jepara, dan MAN 1 Jepara — melalui kolaborasi nyata dalam bidang akademik, kesiswaan, SDM, dan kehumasan.
Pihaknya ingin, para murid utamanya MTs Negeri 1 Jepara dapat memiliki prestasi, tak hanya soal hal-hal yang berbau spiritual. Namun juga akademik dan sosial, sesuai dengan minat dan bakat masing-masing.
"Saya akan mendorong agar para siswa dapat meraih berprestasi. Sebab peserta didik sesungguhnya adalah keberhasilan bersama termasuk bagi madrasah," pungkasnya.(fik)
Editor : Ali Mustofa