Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Jepara Care Bawa Harapan ke Karimunjawa, Ketua TP PKK Laila Saidah Witiarso Turun Langsung Bertemu Warga

M. Khoirul Anwar • Sabtu, 4 Oktober 2025 | 16:41 WIB
PEDULI: Jepara Care hadir di Karimunjawa bersama Ketua TP PKK Jepara Laila Siadah Witiarso
PEDULI: Jepara Care hadir di Karimunjawa bersama Ketua TP PKK Jepara Laila Siadah Witiarso

JEPARA - Deru kapal pagi itu belum lama merapat di Karimunjawa. Namun suasana di sebuah rumah sederhana di tepi desa sudah ramai.

Beberapa perempuan berkerudung hijau muda sibuk menata bingkisan, sementara seorang lansia duduk di kursi kayu, menunggu dengan wajah sumringah.

Di hadapannya, Ketua TP PKK Kabupaten Jepara, Laila Saidah Witiarso Utomo, menyerahkan langsung sebuah kotak bertuliskan bantuan sosial.

Di sekelilingnya ada paket logistik, sandang, dan kebutuhan dasar lain. Lansia itu tersenyum kecil, matanya berbinar—seakan merasa tidak sendirian.

Itulah momen saat Jepara Care menjangkau Karimunjawa, Jumat (3/10). Sebuah program kolaborasi yang lahir dari semangat Peduli Lan Ngerumati—peduli dan merawat.

Filosofi yang sederhana, tetapi menjadi pondasi perubahan dalam cara Jepara menanggapi permasalahan sosial.

Menurut Kepala Dinsospermasdes Jepara, Muh Ali, melalui Kabid Rehabilitasi, Perlindungan, dan Jaminan Sosial, Iman Bagus Sesulih, Jepara Care ingin mendobrak cara lama yang sering dipersepsikan: rehabilitasi sosial sama dengan menitipkan orang di panti.

“Masalah sosial itu kompleks. Tidak bisa hanya diserahkan ke panti, atau ditangani satu dinas saja. Jepara Care hadir agar semua pihak ikut bertanggung jawab,” ujar Iman.

Kolaborasi itu nyata. Dinsospermasdes menyediakan bantuan logistik, BAZNAS menghadirkan paket sandang dan kebersihan diri, PMI membawa nutrisi tambahan, dan Dinas Kesehatan memberi layanan medis.

Bahkan di Karimunjawa, kegiatan ini diperkuat oleh komunitas lokal, termasuk remaja KRJ, yang ikut bergotong royong dalam bakti sosial.

Namun Jepara Care bukan hanya soal membagi bantuan. Ada filosofi CARE yang mereka junjung: Communication untuk memahami, Action yang nyata, Respect pada martabat penerima, dan Empathy untuk ikut merasakan. “Tanpa empati, semua hanya formalitas,” kata Iman.

Implementasinya berlapis: dari aplikasi digital yang memudahkan koordinasi, rumah pelayanan sosial multifungsi (Rumpelsos), hingga program kunjungan langsung Jepara Care Visit. Visi jangka panjangnya bahkan lebih ambisius: setiap desa di Jepara diharapkan punya tenaga kesejahteraan sosial dan rumah singgah sendiri pada 2030.

Di tengah ruangan hijau sederhana di Karimunjawa itu, seorang nenek yang menerima bantuan tak henti mengucap terima kasih. Ia menyalami satu per satu tamu yang hadir.

Tangannya bergetar, namun matanya berbinar. Di situlah terasa, Jepara Care bukan sekadar program. Ia adalah upaya membangun rumah kepedulian—rumah yang tumbuh bersama, pelan-pelan, tapi berakar kuat di masyarakat.

Editor : Ali Mustofa
#PMI #sosial #jepara #bantuan #pkk #karimunjawa #relawan #peduli #Care