JEPARA - Asa warga Desa Banyuputih dan Pendosawalan Kecamatan Kalinyamatan akhirnya terjawab.
Jembatan yang telah lama dinanti-nanti tengah dibangun.
Pemerintah Kabupaten Jepara melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) telah membongkar total jembatan lama dan membangun jembatan baru dengan konstruksi lebih kokoh.
Sebesar Rp 3,5 miliar dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) dikucurkan, untuk menyelesaikan jembatan yang berperan sebagai urat nadi masyarakat setempat.
"Tahun ini Jembatan Banyuputih-Pendosawalan kami perbaiki, dibangun ulang dengan panjang 31,8 meter dan lebar 5,5 meter. Nantinya menggunakan material beton agar lebih kuat," ujar Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Jepara, Dimas Hanantiyo, Kamis (25/9).
Hingga saat ini, progres pembangunan ulang jembatan yang mulai dikerjakan pada (18/7) lalu tersebut, kini sudah mencapai 25,17 persen.
"Pekerjaan dilaksanakan selama 155 hari kalender, atau sampai tanggal 19 Desember mendatang," tuturnya.
Jembatan baru ini diharapkan membawa perubahan besar. Jika sebelumnya hanya motor yang bisa melintas karena sempit dan adanya portal pembatas, ke depan kendaraan roda empat juga bisa melewatinya.
Hal ini akan mempermudah warga yang membawa hasil pertanian, logistik, hingga kebutuhan sehari-hari tanpa harus memutar jalur yang lebih jauh.
"Selama ini yang bisa lewat cuma motor. Mobil tidak bisa masuk. Dengan perbaikan ini, kendaraan roda empat bisa melintas dengan tonase standar jalan kabupaten (delapan ton, Red)," tegasnya.
Menurutnya proyek pengerjaan tersebut merupakan salah satu program strategis DPUPR Jepara tahun ini.
"Tahun depan juga ada lagi, tapi jadwalnya tentatif. Menyesuaikan," singgungnya.(fik)
Editor : Mahendra Aditya