Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Update Terkini Aksi Demonstrasi Pecah di Jepara, Polisi Hujani Demonstran dengan Gas Air Mata

Fikri Thoharudin • Minggu, 31 Agustus 2025 | 07:17 WIB
PANAS: Aksi unjuk rasa mulai meletus di Jembatan Kanal Jepara pada Sabtu (30/8) malam.
PANAS: Aksi unjuk rasa mulai meletus di Jembatan Kanal Jepara pada Sabtu (30/8) malam.

JEPARA - Menyusul aksi unjuk rasa yang terjadi di kota-kota besar dan daerah lain, demonstrasi juga merembet dan pecah di Kabupaten Jepara pada Sabtu (30/8).

Massa aksi yang terdiri dari mahasiswa, pelajar, ojek online dan masyarakat secara umum mulai berdatangan ke Mapolres Jepara sejak Maghrib.

Hingga Isya, ratusan demonstran mulai tampak membanjiri Jalan K.S Tubun depan Mapolres Jepara. 

Hal tersebut menjadi buntut atas pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, yang tewas usai terlindas rantis Brimob dalam aksi demonstrasi DPR RI pada Kamis (28/8) lalu.

Aksi solidaritas tersebut melayangkan tuntutan keras dilakukannya revolusi di tubuh Polri.

Beberapa massa aksi membawa kertas hingga MMT bertuliskan sejumlah tuntutan. Di antaranya ialah 'Turunkan Kapolri'. 

Tak hanya itu, beberapa demonstran juga menimpali tubuh jalan serta jembatan dengan pilox sejumlah kalimat, 'Affan Dibunuh Polisi'.

Anggota Pengurua Grab Jepara Setiadi, menyampaikan bahwa tuntutan yang mereka inginkan tetap sama. Yaitu proses hukum yang jelas dan transparan.

"Kami hanya ingin menyampaikan aspirasi, karena korban (Affan, Red) merupakan rekan kami (sesama ojol, Red)," ringkasnya.

Suasana masih kondusif saat Kapolres Jepara Erick Budi Santoso menemui massa aksi. 

Pihaknya turut menyampaikan permohonan maafnya atas insiden yang menimpa Affan Kurniawan.

"Saya mewakili Polres Jepara, memohon maaf sebesar-besarnya atas meninggalnya saudara kita (Affan, Red). Saat ini proses hukum masih berlanjut," sebutnya 

Pihaknya juga meminta maaf apabila belum bisa memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat Jepara.

"Saya berjanji akan lebih baik lagi dalam melayani masyarakat," ujarnya.

Adapun isi tuntutan yang dibawa secara umum meliputi tuntutan hukum, mengusut secara transparan pengemudi rantis Barracuda dan komandan lapangan yang bertanggung jawab penggunaan kendaraan taktis.

Di samping itu tuntutan keadilan bagi korban termasuk reformasi institusi Polri. Di antaranya xengan akuntabilitas institusi dan tuntutan penegakan demokratisasi.

Apa yang termaktub dalam petisi Aliansi Jepara bersatu tersebut disepakati akan diunggah dalam akun Instagram Polres Jepara.

Pukul 20.00, ratusan massa aksi tampak membubarkan diri. Akan tetapi tak berselang lama, mereka kembali membakar ban, MMT hingga kayu di sekitar Jembatan Kali Kanal.

Tak sampai di situ, mereka juga kembali menarik diri menuju Mapolres Jepara. Suasana semakin memanas. Polisi melepaskan gas air pertama. 

BERONDONG: Polisi menghujani demonstran di Jalan Dr. Wahidin.
BERONDONG: Polisi menghujani demonstran di Jalan Dr. Wahidin.

Demonstran berhamburan. Ke berbagai arah, di antaranya Jl KM Sukri, Jl Dr. Wahidin dan Jl Ratu Kalinyamat. Salah seorang demonstran ditangkap dan dibawa masuk ke Polres Jepara. 

Sejumlah orang juga terlihat terpakar. Sesak karena menghirup gas air mata yang dilepaskan polisi.

Sejurus dengan itu, pukul 21.15, pihak kepolisian memukul mundur demonstran hingga Jembatan perempatan Pamatan, Demaan.

Namun pukulan mundur itu dibalas dengan lemparan batu oleh demonstran. Sontak polisi kembali memberondong dengan gas air mata. 

Puluhan polisi dengan belasan motor patroli di ruas jalan ini menyisir dan memojokkan demonstran. Mereka diurai dan berpencar ke beberapa ruas jalan.

Sejumlah warga yang memiliki warung, terpaksa menutup usahanya lantaran khawatir akan kericuhan yang terjadi.

Sementara itu pada saat yang sama, puluhan masyarakat juga terjebak di kedai kopi di ruas Jalan Dr. Wahidin.

Tak sampai di situ, massa aksi kembali berkumpul di Jembatan Kanal Jepara pukul 22.05. Terjadi perdebatan antaran demonstran perempuan dengan pihak polisi.

"Kami hanya bawa kertas (berisi aspirasi, Red), kami masih di sini karena ingin menunggui teman kami yang ditangkap, bebaskan mereka," pekiknya.

MENCEKAM: Kondisi di Jembatan Kali Kanal Jepara yang dipadati massa.
MENCEKAM: Kondisi di Jembatan Kali Kanal Jepara yang dipadati massa.

Tak lebih dari setengah jam, gas air mata kembali dilepaskan oleh Polisi. Dua orang demonstran turut mendapatkan tindakan represif aparat kepolisian. Mereka tersudut di pojok rumah warga dan dikeroyok oleh polisi sebelum dibawa ke Polres Jepara.

Semakin larut, suasana semakin pecah. Sunyi malam Kota Jepara, berubah, penuh dengan suara tembakan gas air dan sirine patroli polisi.

Bentrok antar kepolisian dan demonstran semakin menjadi-jadi. Hampir setiap sepuluh menit sekali polisi melepaskan gas air mata yang diarahkan atas kelompok demonstran.

Pada pukul 23.00, kericuhan beralih di Jalan KM Sukri. Polisi tak henti-hentinya melepaskan tembakan gas air mata untuk mengurai demonstran.

Hingga Minggu (31/8) pukul 00.00 massa aksi tak kunjung bubar. Tembakan gas air mata semakin menyulut perlawanan para demonstran.(fik)

Editor : Ali Mustofa
#polres jepara #gas air mata #affan kurniawan #reformasi polri #ricuh #demonstrasi #aksi unjuk rasa