JEPARA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Jepara 2024-2029 kemarin.
Kegiatan tersebut digelar di Pendapa Kabupaten Jepara. Ada beragam hal yang dibahas. Salah satunya terkait pertumbuhan ekonomi yang jadi evaluasi.
Infrastruktur dapat menjadi pendongkrak pertumbuhan ekonomi.
Dalam paparannya, Bupati Jepara Witiarso Utomo menegaskan kesejahteraan ekonomi merupakan tujuan utama yang ingin dicapainya.
”Namun, dalam dua tahun terakhir. Pertumbuhan di Kabupaten Jepara sedikit mengalami penurunan. Yaitu dari 5,95 persen pada tahun 2022 menjadi 5,17 persen pada tahun 2023. Lalu turun lagi ke angka 4,22 persen di tahun 2024,” ungkapnya.
Untuk itu, menurutnya ada dua kunci utama yang yang ingin ia tekankan.
Adalah peningkatan daya saing daerah dan pembangunan infrastruktur yang berkualitas untuk mempermudah aktivitas perekonomian.
Dirinya juga menekankan agar pembangunan ekonomi sebisa mungkin tidak merusak lingkungan, menjaga sumber daya alam, serta menjamin kesejahteraan sosial dalam jangka panjang.
Namun, hal itu juga harus diimbangi dengan SDM yang unggul dan berkarakter.
Menurutnya hal tersebut adalah modal yang penting guna membangun Jepara yang lebih baik, mempertahankan dan mengoptimalkan SDA yang ada di Jepara.
”Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kita terus bergerak positif dari tahun ke tahun. Dari tahun 2024 IPM Kabupaten Jepara tercatat 74,32 lebih tinggi dari Provinsi Jawa Tengah sebesar 73,87,” imbuh Wiwit, sapaan akrab Witiarso Utomo.
Meskipun baik secara angka, Wiwit menekankan perlunya pembangunan mentalitas dan karakter SDM.
Terutama karakter khas masyarakat Jepara yang memiliki etos kerja yang tinggi, religius, menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan keagamaan, serta warisan budaya Jepara seperti industri ukir dan furnitur.
Melalui RPJMD tersebut diharapkan program pembangunan daerah dapat berjalan selaras dengan program nasional dan provinsi.
Salah satunya adalah dukungan penuh terhadap program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
”Musrenbang RPJMD yang kami laksanakan hari ini adalah penajaman, penyelarasan, klarifikasi dan kesepakatan terhadap tujuan sasaran, strategi, dan arah kebijakan serta program pembangunan daerah seperti yang telah dirumuskan seperti rancangan awal RPJMD,” tandas Wiwit. (Moh. Nur Syahri Muharrom)
Editor : Ali Mustofa