Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Ini Alasan Balai Pengelola Jalan Provinsi Kenapa Jalan Raya Jepara Keling yang Rusak Parah Cuma Ditambal Sulam

Fikri Thoharudin • Kamis, 9 Januari 2025 | 16:50 WIB

 

RUTIN: Alat berat diturunkan untuk melakukan pengerjaan perbaikan jalan.   
RUTIN: Alat berat diturunkan untuk melakukan pengerjaan perbaikan jalan.  
JEPARA - Intensitas hujan yang cukup tinggi beberapa waktu ini membuat Ruas Jalan Provinsi dari Jepara hingga Keling.

Ruas jalan tersebut masuk ke dalam prioritas penanganan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Balai Pengelola Jalan (BPJ).

Bukan tanpa alasan, ruas tersebut menjadi prioritas penanganan. Sejak menginjak jalan daerah Mulyoharjo, kemudian Mlonggo didapati banyak lubang. Rata-rata kerusakan terjadi di sisi kiri-kanan, tempat roda kendaraan yang melintas menapak.

Apalagi saat menginjak ruas daerah Bangsri, juga didapati banyak jalan berlubang. Dengan kedalaman dan lebar yang cukup membahayakan pengguna jalan.

Ketua Kelompok Kerja BPJ Wilayah Jepara, Kudus dan Pati, Parjo menyampaikan bahwa sebetulnya penanganan yang ada tidak dilakukan berdasarkan aduan. Karena penanganan yang ada merupakan perbaikan secara berkala.

"Kami melakukan pemeliharaan rutin, kalau wilayah kami mencakup Kabupaten Jepara, Kudus, Pati, dan Rembang," ungkapnya kemarin usai meninjau perbaikan jalan di ruas Suwawal, Mlonggo.

Kendati demikian, pihaknya tidak menampik bahwa berdasarkan inventarisasinya di Kabupaten Jepara utamanya di ruas Keling, didapati banyak kerusakan.

"Ini dampak dari cuaca ekstrem, sehingga Jepara-Keling masuk skala prioritas. Untuk lokasinya terus berpindah-pindah menyesuaikan jalan yang rusak, secara berkala," ucapnya.

Skema pekerjaan dijalankan dengan menurunkan ekskavator dan tandem roller ukuran sedang.

"Material yang lunak (rusak, Red) kami ambil dengan dikeruk. Lalu diganti dengan material yang lebih bagus, kemudian dipadatkan," katanya.

Disebutkan material yang digunakan merupakan pasir Muntilan dengan agregat kasar atau kerikil dan semen. "Kami lakukan pemadatan lapis demi lapis, sehingga dapat tertutup kembali lubang yang ada," siratnya.

Dijelaskan untuk penanganan saat ini masih sebatas, tambal lubang. Karena merupakan pekerjaan pemeliharaan rutin.

"Tidak ada pemancangan, hanya penanganan darurat. Kendalanya belakangan ini hujan terus menerus, sehingga kondisi jalan yang saat ini bagus bisa jadi pekan depan ada kerusakan. Kondisi di lapangan selalu berubah-ubah, dipengaruhi cuaca dan lalu lintas. Kami selalu bergerak," terang Parjo.

Kendati demikian, pada 2025 ini diproyeksikan akan ada pekerjaan peningkatan jalan dari provinsi.

"Untuk rencananya tahun ini ada peningkatan (perkerasan, Red) jalan, dikerjakan oleh PU Bina Marga dan Cipta Karya yang dari Kantor Semarang. Namun sepertinya tidak bisa sepanjang 35 kilometer, dilakukan secara berkala," jelasnya.

Pihaknya turut meminta kepada masyarakat supaya proaktif dalam menjaga keawetan jalan.

Seperti memerhatikan sistem drainase apakah terjadi sumbatan, karena dimungkinkan akan limpas ke area jalan dan menggerus material.

"Untuk membangun wilayah khususnya jalan perlu adanya sinergitas dengan masyarakat. Ada atau tidak adanya aduan kalau ada jalan yang mengalami kerusakan kami perbaiki. Perpindahan orang dan barang bisa berjalan dengan baik akan memperlancar perekonomian," pungkasnya. (fik/war)

 

 

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#Provinsi Jawa Tengah #jepara #tambal sulam jalan #Pemkab Jepara #jalan rusak