JEPARA – Seorang siswi SDN 5 Suwawal, Kecamatan Pakis Aji bernama Khaista Eka Ayuningtyas terpilih sebagai duta untuk mewakili pelajar SD Indonesia ke Jepang.
Siswi yang akrab disapa Tyas itu menjadi satu-satunya duta dari Indonesia dan wakil pertama dari Kabupaten Jepara.
Ia mendapat undangan dari Sekretaris Jenderal (Sekjen) OISCA International Jepang Yazaki Nagaishi, dalam kegiatan bertajuk OISCA CFP Goodwill Ambassadors Program.
Dia dinyatakan lolos mewakili siswa SD Indonesia mengikuti kegiatan tersebut.
Baca Juga: Wanita Muda di Welahan Jepara Ditemukan Tewas Gantung Diri, Asmara Jadi Penyebab?
Sebagai informasi, OISCA, Organization for Industrial, Spiritual and Cultural Advancement merupakan organisasi nirlaba internasional yang berpusat di Jepang.
Salah satu program yang dijalankan di Indonesia adalah Children’s Forest Program (CFP).
Program ini bertujuan menanamkan rasa cinta lingkungan kepada anak-anak sejak dini.
Tyas terpilih sebagai duta Indonesia untuk jenjang SD, dalam seleksi yang berlangsung bulan lalu.
Hal itu diungkapkan Ketua OISCA Jepara Bambang Hadi Sutrisno.
"Akan kami persiapkan menjadi duta lingkungan di Jepang. Dia satu-satunya duta Indonesia dan merupakan wakil pertama dari Jepara,” katanya.
Bersama duta lain yang terpilih dari sejumlah negara, Tyas akan mengikuti sejumlah kegiatan di Hokaido, Jepang, pada 15- 22 Mei 2024.
“Biaya perjalanan dan akomodasi selama di Jepang ditanggung oleh pelaksana program,” kata Kepala Sekolah Eliya Anis Noor.
Baca Juga: GEGER! Penemuan Jasad Berlumuran Kopi di Mayong Jepara, Ini Identitasnya
Sementara itu, Tyas pelajar SDN 5 Suwawal mengaku sangat senang mendapat kesempatan itu.
Ia akan menyiapkan diri semaksimal mungkin.
Apalagi, sangat mungkin tidak diserta pendamping dari sekolah dan OISCA Indonesia selama kunjungan ke Jepang.
“Sangat senang. Siap,” katanya.
Hal serupa juga diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Jepara Ali Hidayat.
Ia meminta Khaista Eka Ayuningtyas disiapkan untuk mengenalkan potensi Kabupaten Jepara di Jepang.
“Kita punya tari Kridha Jati (Jawa, baca: Krido Jati) yang menceritakan bagaimana keseharian warga Jepara menghasilkan produk ukir berkualitas dunia. Itu, kan, bisa dipentaskan di sana. Selain itu, banyak sekali potensi lain yang kita miliki." kata Ali Hidayat saat menerima Tyas bersama para guru dan pendamping, Senin (4/3).
Baca Juga: Ratusan Sekolah SD dan SMP di Jepara Tak Punya Kepala Sekolah, Begini Tanggapan Pj Bupati
"Silakan sekolah dan pendamping membekali agar mampu mengenalkan Jepara,” imbuhnya.
Pada waktu yang masih tersisa, Kepala Disdikpora Ali Hidayat meminta guru dan pendamping memberi pembekalan semaksimal mungkin.
“Cara dia memperkenalkan diri sudah seperti orang Jepang, ya? Bisa terus ditingkatkan dan dilengkapi kompetensi lain,” kata Ali Hidayat usai Tyas memperkenalkan diri dengan bahasa Jepang.
Editor : Abdul Rokhim